Rumah Amal Masjid Jamik USK membuka penerimaan Staf Media & IT.

Bergabunglah bersama kami untuk berkarya melalui media dan memberi manfaat bagi umat! 🤝

Daftar melalui link berikut:
campsite.bio/rumahamalusk (link di bio)
Deadline: 29 Januari 2026

Informasi & layanan: 0811 6888 123

Daftar sekarang, jangan sampai terlewat!

RumahAmalUSK

MemberdayakanMengangkatMartabat

             https://www.instagram.com/p/DTy6m1VkwIR/?igsh=MWh6NWN2ZWw3eGcwZg==

Society Impact ProgramStrategi Pengembangan Soft Skill

Bagi dosen pembina Ormawa, dosen kewirausahaan, atau dosen yang peduli dengan pengembangan mahasiswa..

Jangan lewatkan kesempatan ini untuk bertukar pengalaman dan mendapatkan insight berharga bersama para praktisi!

Pembicara:

  • Suheriyanto
    Learning Operation & Digitalization Manager

Rabu, 8 April 2026
14.00 – 15.30 WIB
Ruang Kewirausahaan Lt. 2, Gedung Flamboyan AAC Dayan Dawood – Universitas Syiah Kuala*

Daftar sekarang di:
bit.ly/SharingSession-CCEP

Jangan sampai ketinggalan! Yuk daftar dan ajak rekan dosen lainnya 💪

SocietyImpactProgram

SoftSkill

USK&CocaCola

Perkuat Agenda Riset Internasional, Dosen USK Kunjungi NGO Islam terbesar di Eropa IGMG di Köln, Jerman

Dalam rangka mendukung pengembangan penelitian sekaligus memperluas jejaring internasional, Dosen Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Syiah Kuala (USK), Dr. Ratna Mulyany, melakukan kunjungan akademik ke kantor pusat Islamic Community Millî Görüş (IGMG) di Köln, Jerman, pada 22 Mei 2026. Kunjungan tersebut merupakan bagian dari rangkaian kegiatan akademik selama pelaksanaan academic visit dan kolaborasi riset di Eropa yang didukung melalui Hibah International Collaborative Research–Equity (ICR-Equity) LPDP 2026.

IGMG dikenal sebagai salah satu organisasi masyarakat Islam terbesar di Eropa yang memiliki jaringan luas di berbagai negara, termasuk Jerman, Prancis, Belanda, Belgia, Austria, dan sejumlah negara Eropa lainnya. Organisasi ini aktif dalam berbagai bidang, mulai dari pendidikan, pengembangan generasi muda, pemberdayaan perempuan, pelayanan sosial, kegiatan kemanusiaan, hingga penguatan identitas dan kehidupan keagamaan komunitas Muslim di Eropa bahkan diluar Eropa.

Dalam kunjungan tersebut, Dr. Ratna Mulyany berkesempatan bertemu dan berdiskusi dengan sejumlah figur penting di lingkungan IGMG, termasuk Ibu İlknur Küçük. Diskusi yang berlangsung hangat membahas berbagai aspek pengelolaan organisasi, strategi pemberdayaan komunitas Muslim di Eropa, pengembangan program pendidikan dan kepemudaan, serta tantangan yang dihadapi organisasi masyarakat Islam dalam konteks masyarakat multikultural.

Kunjungan ini tidak hanya bertujuan memperluas wawasan mengenai pengelolaan organisasi masyarakat Islam pada tingkat internasional, tetapi juga menjadi bagian dari upaya mendukung agenda penelitian yang sedang dijalankan oleh Dr. Ratna Mulyany. Sebagai akademisi yang menaruh perhatian pada isu tata kelola, akuntabilitas, pemberdayaan masyarakat, dan organisasi berbasis nilai-nilai Islam, pengalaman IGMG dalam mengelola jaringan organisasi yang luas dan kompleks memberikan perspektif yang sangat berharga bagi pengembangan penelitian di bidang tersebut.

Salah satu hal yang paling mengesankan selama kunjungan adalah struktur organisasi IGMG yang sangat komprehensif dan profesional. Organisasi ini memiliki sistem tata kelola yang terintegrasi dengan pembagian fungsi yang jelas pada berbagai bidang kegiatan. Selain itu, fasilitas yang dimiliki IGMG juga sangat memadai untuk mendukung pelaksanaan program-program organisasi, mulai dari kegiatan pendidikan, pelatihan kepemimpinan, pembinaan generasi muda, pemberdayaan perempuan, pelayanan sosial, hingga berbagai program kemasyarakatan lainnya.

Keberhasilan IGMG dalam membangun dan mempertahankan jaringan organisasi yang kuat di berbagai negara Eropa menunjukkan pentingnya tata kelola organisasi yang efektif, kepemimpinan yang visioner, serta kemampuan beradaptasi dengan dinamika sosial masyarakat yang terus berkembang. Berbagai program yang dijalankan juga menunjukkan bagaimana organisasi berbasis nilai-nilai Islam dapat berkontribusi secara nyata dalam pembangunan komunitas dan penguatan kohesi sosial di tengah masyarakat yang beragam.

Menurut Dr. Ratna Mulyany, kunjungan ini memberikan wawasan yang sangat berharga baik dari sisi akademik maupun praktik kelembagaan.

“Saya sangat terkesan dengan bagaimana IGMG membangun sistem organisasi yang profesional, terstruktur, dan berkelanjutan. Program-program yang dijalankan mencerminkan komitmen yang kuat terhadap pendidikan, pengembangan generasi muda, pemberdayaan perempuan, dan pelayanan sosial. Kunjungan ini sangat relevan dengan agenda penelitian yang sedang saya lakukan karena memberikan pemahaman yang lebih mendalam mengenai praktik tata kelola dan akuntabilitas organisasi Islam yang beroperasi dalam konteks internasional,” ungkapnya.

Selain memberikan kontribusi bagi pengembangan penelitian, kunjungan ini juga membuka peluang untuk memperluas jejaring internasional dan pertukaran pengetahuan mengenai praktik-praktik baik (best practices) dalam pengelolaan organisasi masyarakat sipil. Pengalaman tersebut diharapkan dapat menjadi sumber inspirasi bagi pengembangan lembaga pendidikan, organisasi sosial-keagamaan, dan berbagai inisiatif pemberdayaan masyarakat di Indonesia.

Melalui kegiatan ini, Universitas Syiah Kuala terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung internasionalisasi pendidikan tinggi, memperluas kolaborasi global, serta mendorong penelitian yang tidak hanya berkontribusi pada pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga memberikan manfaat bagi masyarakat melalui pemahaman yang lebih mendalam terhadap praktik-praktik kelembagaan yang sukses di tingkat internasional.

Dosen Akuntansi USK Perkuat Kolaborasi Penelitian Internasional di IPAG Business School Paris melalui Hibah International Collaborative Research-Equity LPDP 2026

Dalam rangka memperkuat jejaring akademik internasional dan meningkatkan kualitas kolaborasi riset global, Dosen Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Syiah Kuala (USK), Dr. Ratna Mulyany, melaksanakan kegiatan academic visit dan kolaborasi penelitian di IPAG Business School, Paris, Prancis pada tanggal 16–25 Mei 2026.

Kegiatan ini merupakan salah satu implementasi dari Hibah International Collaborative Research – Equity (ICR-Equity) LPDP Tahun 2026 yang bertujuan mendorong kolaborasi penelitian internasional antara akademisi Indonesia dan mitra perguruan tinggi bereputasi dunia. Program ini diharapkan dapat menghasilkan luaran penelitian berkualitas tinggi sekaligus memperkuat posisi perguruan tinggi Indonesia dalam jejaring akademik global.

Kunjungan akademik tersebut dilaksanakan berdasarkan undangan resmi dari IPAG Business School yang ditandatangani oleh Prof. Maria Giuseppina Bruna selaku Dean for Research, Dissemination and Impact. Dalam surat undangan tersebut, Dr. Ratna Mulyany diundang untuk melaksanakan short-term academic visiting fellowship guna mendukung pengembangan kolaborasi penelitian pada bidang keuangan, tata kelola perusahaan, dan keberlanjutan.

Selama berada di Paris, Dr. Ratna Mulyany mengikuti berbagai kegiatan akademik yang meliputi konsultasi penelitian, diskusi ilmiah, pengembangan proposal riset bersama, serta penyusunan publikasi ilmiah kolaboratif dengan para akademisi di IPAG Business School. Kegiatan kolaborasi ini berada di bawah supervisi akademik Associate Professor Ahmed Imran Hunjra, seorang pakar di bidang green finance, Environmental, Social and Governance (ESG), serta keuangan berkelanjutan.

Fokus utama kolaborasi penelitian ini mencakup isu-isu strategis yang semakin mendapat perhatian di tingkat global, seperti keberlanjutan korporasi, tata kelola organisasi, keuangan berkelanjutan, dan pengembangan praktik bisnis yang bertanggung jawab. Melalui diskusi intensif dengan para peneliti IPAG Business School, berbagai peluang penelitian bersama dan publikasi internasional berhasil diidentifikasi untuk dikembangkan pada masa mendatang.

Selain kegiatan akademik di IPAG Business School, Dr. Ratna Mulyany juga berkesempatan melakukan kunjungan dan diskusi dengan Atase Pendidikan dan Kebudayaan serta Wakil Duta Besar Republik Indonesia di Paris. Pertemuan tersebut menjadi sarana yang berharga untuk bertukar pandangan mengenai perkembangan kerja sama pendidikan tinggi antara Indonesia dan Prancis, peluang penguatan jejaring akademik internasional, serta berbagai inisiatif yang dapat mendukung mobilitas dosen dan mahasiswa, kolaborasi penelitian, serta internasionalisasi perguruan tinggi Indonesia.

Diskusi tersebut juga memberikan wawasan yang lebih luas mengenai peran diplomasi pendidikan dalam memperkuat hubungan bilateral Indonesia dan Prancis. Selain itu, pertemuan dengan perwakilan KBRI Paris membuka peluang sinergi yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung pengembangan kerja sama internasional Universitas Syiah Kuala dengan berbagai institusi pendidikan dan penelitian di Eropa.

Menurut Dr. Ratna Mulyany, kegiatan ini memberikan pengalaman yang sangat berharga dalam memperluas perspektif akademik dan memperkuat jejaring internasional yang selama ini telah dibangun oleh Universitas Syiah Kuala.

“Academic visit ini memberikan kesempatan untuk berdiskusi secara langsung dengan para akademisi internasional, mengembangkan ide-ide penelitian bersama, serta menjajaki berbagai peluang kolaborasi yang dapat memberikan manfaat bagi kedua institusi. Selain menghasilkan luaran penelitian, kegiatan seperti ini juga penting dalam meningkatkan visibilitas dan reputasi internasional Universitas Syiah Kuala,” ujarnya.

IPAG Business School merupakan salah satu institusi pendidikan tinggi terkemuka di Prancis yang memiliki reputasi kuat dalam bidang bisnis, manajemen, keuangan, dan keberlanjutan. Dengan jaringan internasional yang luas, institusi ini menjadi mitra strategis bagi berbagai universitas di dunia dalam pengembangan pendidikan dan penelitian berbasis kolaborasi global.

Partisipasi aktif dosen Universitas Syiah Kuala dalam program kolaborasi internasional seperti ini diharapkan dapat mendukung pencapaian target internasionalisasi universitas, meningkatkan kualitas penelitian dan publikasi internasional, memperluas jejaring akademik global, serta memperkuat kontribusi USK dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan inovasi di tingkat internasional.

Dosen Universitas Syiah Kuala Berpartisipasi dalam The 11th International National Economy Model (NEM) Congress di Wina, Austria

Dosen Program Studi Akuntansi Universitas Syiah Kuala, Dr. Ratna Mulyany, berpartisipasi dalam The 11th International National Economy Model (NEM) Congress yang diselenggarakan di Wina, Austria, pada tanggal 7–8 Februari 2026. Kegiatan internasional ini mempertemukan akademisi, peneliti, dan praktisi dari lebih dari 20 negara untuk mendiskusikan berbagai isu ekonomi global serta model-model alternatif pembangunan ekonomi yang berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.

Partisipasi Dr. Ratna Mulyany dalam forum bergengsi tersebut merupakan undangan langsung dari panitia penyelenggara yang dipimpin oleh Prof. Ibrahim Halil Eksi dari Gaziantep University, Türkiye, yang juga bertindak sebagai salah satu Chair Committee kongres. Melalui partisipasi ini, Universitas Syiah Kuala turut mengambil bagian dalam diskusi akademik internasional mengenai berbagai pendekatan baru dalam pengembangan ekonomi yang berkelanjutan dan inklusif.

Salah satu fokus utama kongres adalah pembahasan mengenai National Economy Model (NEM) yang diperkenalkan oleh almarhum Prof. Haydar Baş. Konsep ini menawarkan perspektif alternatif dalam pemikiran ekonomi yang menekankan keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi, kesejahteraan sosial, dan peran negara dalam menciptakan pemerataan ekonomi. Bagi peserta, termasuk Dr. Ratna Mulyany, forum ini memberikan wawasan baru mengenai berbagai pendekatan ekonomi yang berkembang di tingkat global.

Selain mengikuti sesi-sesi ilmiah dan diskusi panel, kegiatan ini juga menjadi sarana yang sangat berharga untuk memperluas jejaring akademik internasional. Berbagai kesempatan diskusi dan pertukaran gagasan dengan peserta dari berbagai negara membuka peluang kolaborasi penelitian dan kerja sama akademik di masa mendatang.

“Partisipasi dalam konferensi ini memberikan banyak pembelajaran dan perspektif baru mengenai berbagai model ekonomi alternatif yang berkembang di dunia. Selain itu, kesempatan untuk berinteraksi dengan akademisi dari berbagai negara menjadi pengalaman yang sangat berharga dalam memperluas jejaring internasional dan membuka peluang kolaborasi penelitian di masa depan,” ujar Dr. Ratna Mulyany.

Dr. Ratna juga menyampaikan apresiasi kepada panitia penyelenggara atas profesionalisme dan keramahan selama kegiatan berlangsung. Panitia menyediakan berbagai fasilitas bagi peserta internasional, mulai dari akomodasi, transportasi bandara, hingga layanan selama konferensi tanpa biaya tambahan bagi peserta yang diundang.

Keikutsertaan dalam forum internasional seperti ini diharapkan dapat memperkuat reputasi Universitas Syiah Kuala di tingkat global serta mendukung pengembangan kerja sama internasional dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Bronze Medal Essay Competition International Youth Summit 5th 2026, Kuala Lumpur, Malaysia.

Saya, Adinda Fitriani, mahasiswa International Accounting Program 2024 bersama rekan satu tim saya, Widia Fadila Ramadhani, mahasiswi fakultas hukum 2024, berhasil meraih Bronze Medal di ajang 5th International Youth Summit (IYS) 2026. Kompetisi ini diikuti oleh 50 hingga 100 tim dari berbagai negara, dan kami bersyukur bisa pulang membawa hasil.

Kami mengajukan esai berjudul “A Youth-Led Digital Gamification Instrument for Cultural Tourism Sustainability and Endangered Language Revitalization: The Case of Aceh, Indonesia.” Esai ini membahas keresahan kami terhadap bahasa Aceh yang semakin jarang digunakan oleh generasi muda. Solusi yang kami tawarkan bernama Acehnese Language Adventure (Petualangan Basa Aceh), sebuah program berbasis gamifikasi yang terintegrasi dengan teknologi pembayaran digital QR, dengan tujuan menjadikan bahasa Aceh lebih relevan di era digital, baik dari sisi budaya maupun ekonomi.

Proses perjalanan ini tidak lepas dari bimbingan dosen pembimbing kami, Bapak Dinaroe, SE., MBA., Ak., CA., ASEAN CPA. Arahan dan masukan beliau sangat membantu kami dalam menyempurnakan ide dan tulisan kami hingga siap dibawa ke tingkat internasional.

Semoga pencapaian kecil ini bisa menjadi motivasi bagi teman-teman mahasiswa Universitas Syiah Kuala untuk terus berani mencoba dan membawa ide-ide terbaik kalian ke panggung yang lebih luas.

The Man Who Chose to Build the Foundation

(By : Sabar,CA Wed 3 Jun 2026)

Most people remember the buildings.
Few remember the people who laid the first stones.

In every institution, in every profession, there are pioneers whose names may not always appear in headlines, but whose work quietly shapes generations. They choose contribution over recognition. Legacy over applause.

Drs. M. Hasbuh Aziz, M.S., Ak., CPA was one of those people.

In 1971, accounting education in Aceh was still in its infancy. The Accounting Study Program at the Faculty of Economics, Syiah Kuala University, had just been established through an affiliation with the University of North Sumatra.

It was a beginning.

A fragile one.

A moment when the future depended on a handful of people willing to invest their lives in something larger than themselves.

Among them was Drs. M. Hasbuh Aziz.

As the first full-time accounting lecturer of the program, he worked alongside Professor D. Hadibroto, helping to build what would eventually become one of the pillars of accounting education in Aceh.

At the time, few could have imagined the impact of that decision.

A classroom may seem small.

A lecture may last only a few hours.

But when knowledge is shared with integrity, its influence travels far beyond the walls of a university.

Graduating from the Faculty of Economics, University of Indonesia, he had many paths available to him. Yet he chose a path that often receives little attention: the path of building.

Building students.

Building institutions.

Building trust.

Because education is not merely about transferring knowledge.

It is about creating possibility.

And accounting, at its best, is not merely about numbers.

Numbers can be calculated.

Reports can be prepared.

Balances can be reconciled.

But integrity cannot be manufactured after it has been lost.

This was one of the lessons he quietly taught.

Not always through speeches.

Not always through textbooks.

But through example.

Year after year, class after class, he helped shape generations of accountants, auditors, academics, and business leaders. Many of his students would go on to occupy important positions across Indonesia.

Some may no longer remember every formula he taught.

Some may not recall every lecture.

But they remember how he carried himself.

They remember the standards he upheld.

They remember the values he refused to compromise.

Because the greatest teachers rarely leave their mark on a transcript.

They leave their mark on character.

The work of a teacher is much like planting a tree.

The planter may never sit beneath its full shade.

May never witness every branch it grows.

May never meet every person it shelters.

Yet the tree continues to grow.

And so does the impact.

Today, when we remember Drs. M. Hasbuh Aziz, we are not simply remembering an accountant, an academic, or a professional.

We are remembering a builder.

A pioneer.

A steward of integrity.

A man who helped lay the foundation upon which countless others would build their futures.

His contribution lives on in every ethical decision made by a former student.

In every financial report prepared with honesty.

In every classroom where knowledge is shared with purpose.

In every professional who understands that trust is the most valuable asset anyone can possess.

People often ask what remains after a life of service.

The answer is simple.

Not titles.

Not positions.

Not even achievements.

What remains are the lives we touch.

The values we pass on.

The future we help create.

And by that measure, Drs. M. Hasbuh Aziz’s work is far from finished.

Because a true teacher never truly leaves.

He lives on in the minds he shaped, the principles he instilled, and the generations who continue to carry his light forward.

Thank you, Sir.

For the lessons.

For the integrity.

For choosing to build the foundation when others were waiting for the building.

Your legacy continues, one student, one professional, and one generation at a time.