TIM PAZY RAIH GOLD MEDAL PADA INDONESIA INTERNATIONAL APPLIED SCIENCE PROJECT OLYMPIAD 2025

Yogyakarta, 18–21 Desember 2025, Kerja keras dan konsistensi akhirnya membuahkan hasil. Tim PAZY berhasil meraih Gold Medal pada ajang Indonesia International Applied Science Project Olympiad (I2ASPO) 2025 yang diselenggarakan di Universitas Gadjah Mada. Prestasi ini menjadi bukti nyata kolaborasi lintas jurusan yang mampu bersaing dengan ratusan peserta dari berbagai institusi.

Tim PAZY terdiri dari Dinda Yumna Nursyadrina (2401103010053) dari International Accounting Program, serta tiga anggota dari Fakultas Kedokteran Gigi (FKG), yaitu Abdi Reda Wira Pratama (2413101010028), Muhammad Rifat (2413101010033), dan Annisatul Fatiha (24131010004). Kolaborasi lintas disiplin ini menjadi kekuatan utama tim dalam mengembangkan inovasi yang tidak hanya kuat secara ilmiah, tetapi juga relevan secara praktis.

Dalam kompetisi tersebut, tim PAZY mengangkat karya berjudul “PAZY: Anti-Bacterial and Anti-Inflammatory Hand Cream From Natural Extracts Of Java Plum, Moringa Leaves and Oat Combined With Patchouli Oil As Fixative Agent.” Produk ini merupakan hand cream berbahan alami yang diformulasikan dari ekstrak jamblang (Java plum), daun kelor, dan oat, dengan minyak nilam sebagai agen fiksatif, yang dirancang untuk memberikan manfaat antibakteri dan antiinflamasi. Keberhasilan meraih medali emas ini merupakan puncak dari proses panjang yang telah dijalani tim PAZY selama berbulan-bulan, mulai dari riset bahan, pengembangan formulasi, hingga penyusunan karya ilmiah dan presentasi di hadapan dewan juri. Selain berfokus pada aspek ilmiah, tim PAZY juga mengintegrasikan pendekatan entrepreneurship dengan merancang PAZY sebagai produk yang memiliki potensi komersialisasi, melalui pemanfaatan bahan alami lokal serta penciptaan nilai tambah ekonomi yang berkelanjutan. Hal ini menunjukkan bahwa inovasi yang dikembangkan tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga aplikatif dan berpeluang dikembangkan lebih lanjut.

Pengalaman dan Aktivitas Kampus di Universiti Sains Malaysia

Kesempatan mengikuti program student exchange di Universiti Sains Malaysia (USM) melalui Program KAMI Berdampak Universitas Syiah Kuala memberi saya ruang untuk melihat proses pendidikan dari sudut yang berbeda. Sebagai mahasiswa Program Studi Sarjana Akuntansi USK, saya menyadari bahwa pengalaman akademik tidak selalu dibentuk oleh kompleksitas materi, melainkan oleh cara sebuah institusi menata lingkungan belajarnya. Walaupun masa studi di USM berlangsung dalam waktu yang terbatas, pengalaman tersebut meninggalkan kesan mendalam dan memperluas cara pandang saya terhadap praktik pembelajaran di luar Indonesia, sekaligus memberikan dampak positif bagi perkembangan pribadi.

Pengalaman yang paling menarik selama berada di USM adalah pelaksanaan Convocation, acara kelulusan mahasiswa yang dikemas secara jauh lebih luas dari sekadar prosesi akademik. Selama kurang lebih delapan hari, kawasan kampus menjadi ruang aktivitas yang hidup, dipenuhi bazar, pameran, serta berbagai kegiatan pendukung yang menyatu dengan kehidupan kampus. Convocation tidak berdiri sebagai agenda formal semata, melainkan hadir sebagai peristiwa kampus yang membangun suasana kebersamaan.

Hal yang menonjol dari convocation ini adalah cara USM memaknai kelulusan sebagai bagian dari budaya institusi. Acara tersebut tidak hanya ditujukan kepada wisudawan, tetapi juga melibatkan mahasiswa aktif, alumni, dan masyarakat umum. Kehadiran berbagai lapisan ini menciptakan atmosfer yang inklusif dan memperlihatkan bagaimana pencapaian akademik diposisikan sebagai nilai bersama, bukan sekadar hasil individual.

Selain convocation, pengalaman lain yang memberikan kesan kuat adalah pola komunikasi kampus yang terbuka terhadap seluruh mahasiswa. Setiap kegiatan, baik berupa seminar akademik, diskusi publik, maupun acara yang diinisiasi oleh mahasiswa seperti Intercultural Fest, disampaikan secara resmi melalui email universitas. Mekanisme ini memungkinkan seluruh mahasiswa untuk memperoleh informasi yang sama tanpa harus berada dalam lingkaran tertentu.

Keteraturan dan keterbukaan informasi tersebut secara tidak langsung membentuk budaya partisipasi di lingkungan kampus. Mahasiswa diberi ruang untuk memilih, terlibat, dan belajar dari berbagai kegiatan lintas disiplin. Prinsip kebebasan berpartisipasi ini membuat kampus terasa sebagai ruang bersama yang dinamis, bukan sekadar tempat mengikuti perkuliahan.

Melalui pengalaman singkat namun padat ini, saya memahami bahwa kekuatan sebuah perguruan tinggi terletak pada kemampuannya menciptakan iklim belajar yang mendorong keterlibatan, keterbukaan, dan rasa memiliki. USM menunjukkan bahwa ketika kampus dikelola sebagai ruang interaksi yang hidup, proses belajar akan berlangsung secara alami, baik di dalam maupun di luar kelas. Kesempatan yang saya peroleh melalui program internasional Universitas Syiah Kuala saya maknai sebagai ruang untuk kembali dengan membawa cara pandang yang lebih luas terhadap proses belajar dan kehidupan akademik. Pengalaman mengikuti kegiatan di Universiti Sains Malaysia memberikan pemahaman mengenai bagaimana sebuah lingkungan akademik dibangun, dikelola, dan dijalani secara berkelanjutan, sehingga pembelajaran yang saya peroleh tidak berhenti sebagai pengalaman personal, tetapi berpotensi memberi dampak positif dalam melanjutkan studi serta berkontribusi di lingkungan Universitas Syiah Kuala.

Pengalaman Salah satu mahasiswa dari Program Studi sarjana akuntansi Universitas Syiah Kuala (USK) yang  bernama Muhammad Miftah baru saja menyelesaikan student exchange di Universiti Sains Malaysia (USM), melalui Program Kegiatan Akademik Mahasiswa Internasional (KAMI) USK

Banda Aceh, 16 Desember 2025 – Saya merupakan mahasiswa semester 7 Program Studi Akuntansi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Syiah Kuala, yang telah menyelesaikan program student exchange di Universiti Sains Malaysia (USM), School of Social Sciences, Pulau Pinang, Malaysia. Program ini memberikan kesempatan bagi saya untuk mengikuti kegiatan akademik di USM sebagai universitas APEX (Accelerated Programme for Excellence), yang dikenal memiliki fokus kuat pada keunggulan akademik, riset, dan pengabdian kepada masyarakat.

Selama mengikuti perkuliahan di USM, saya merasakan lingkungan belajar yang terstruktur dan disiplin, namun tetap terbuka terhadap diskusi. Metode pembelajaran banyak menekankan pada critical thinking, analisis kasus, dan keterkaitan antara teori dengan kondisi sosial yang nyata. Sebagai mahasiswa akuntansi, pengalaman belajar di School of Social Sciences membantu saya memahami bahwa ilmu ekonomi dan bisnis tidak berdiri sendiri, tetapi berkaitan erat dengan aspek sosial, kebijakan publik, dan dinamika masyarakat. Pendekatan pembelajaran ini sejalan dengan visi USM sebagai universitas APEX yang mendorong ilmu pengetahuan untuk memberi dampak nyata bagi masyarakat.

Selain itu, budaya akademik di USM mendorong mahasiswa untuk mandiri dan bertanggung jawab terhadap proses belajarnya. Dosen berperan sebagai fasilitator yang membuka ruang diskusi, sementara mahasiswa didorong untuk aktif menyampaikan pendapat dan bekerja dalam kelompok yang beragam. Pengalaman ini melatih saya untuk lebih percaya diri, terstruktur dalam berpikir, dan terbiasa dengan standar akademik internasional.

Di luar kegiatan akademik, program student exchange ini juga memberikan kesempatan untuk mengenal budaya dan kehidupan sosial di Pulau Pinang. Keberagaman budaya Melayu, Tionghoa, dan India terlihat jelas dalam kehidupan sehari-hari masyarakat. Saya juga mengunjungi beberapa tempat ikonik seperti George Town, yang mencerminkan sejarah panjang Penang sebagai pusat perdagangan dan pertemuan budaya. Secara historis, Pulau Pinang memiliki hubungan yang erat dengan Indonesia, khususnya Aceh, baik dari sisi budaya, bahasa, maupun sejarah perdagangan, sehingga proses adaptasi selama program berlangsung terasa lebih mudah. Melalui program ini, saya memperoleh pengalaman belajar di lingkungan akademik internasional yang berkualitas, sekaligus pemahaman yang lebih luas mengenai keberagaman budaya di kawasan Asia Tenggara. Pengalaman mengikuti student exchange di Universiti Sains Malaysia diharapkan dapat menjadi bekal penting dalam pengembangan akademik dan pribadi saya, serta memberikan gambaran bagi mahasiswa lain tentang manfaat mengikuti program pertukaran mahasiswa internasional.

Pengalaman Menarik Mengikuti Program MBKM KAMI Berdampak Universiti Sains Malaysia

Saya berkesempatan mengikuti Program MBKM KAMI Berdampak yang difasilitasi oleh Universitas Syiah Kuala (USK) dan dilaksanakan di Universiti Sains Malaysia (USM) pada tanggal 26 November hingga 10 Desember. Alhamdulillah, melalui proses seleksi yang dilakukan oleh USK, saya terpilih untuk mengikuti program ini. Kesempatan tersebut menjadi pengalaman yang sangat berharga karena memberi saya kesempatan belajar langsung di lingkungan kampus internasional.

Selama mengikuti program di USM, pengalaman yang paling menarik bagi saya adalah kegiatan pembelajaran di kelas. Proses perkuliahan terasa menyenangkan dan interaktif karena diikuti oleh mahasiswa dari berbagai negara. Diskusi di kelas berjalan aktif, sehingga saya tidak hanya belajar dari dosen, tetapi juga dari pengalaman dan sudut pandang teman-teman internasional.

Salah satu mata kuliah yang paling berkesan adalah Environmental Economics. Dalam perkuliahan ini, kami membahas isu lingkungan, terutama tentang pengelolaan dan daur ulang sampah di berbagai negara. Bagian yang paling menarik adalah ketika mahasiswa dari berbagai negara menjelaskan langsung bagaimana sistem pengelolaan sampah di negara masing-masing. Dari diskusi tersebut, saya menjadi lebih paham bahwa setiap negara memiliki cara yang berbeda dalam menjaga lingkungan.

Pada kelas ini juga sempat dibahas kondisi lingkungan di Indonesia, termasuk situasi Aceh yang saat itu sedang mengalami bencana alam. Dosen dan teman-teman di kelas menunjukkan kepedulian yang besar. Mereka menanyakan kondisi Aceh dan mendoakan agar keadaan segera membaik. Momen ini terasa sangat berarti bagi saya karena menunjukkan rasa empati dan solidaritas di lingkungan akademik internasional.

Selain kegiatan perkuliahan, pengalaman campus tour di USM juga sangat berkesan. USM dikenal dengan julukan “kampus dalam hutan”, dan hal ini benar-benar terasa saat saya berkeliling kampus. Lingkungan kampus yang hijau, luas, dan dipenuhi pepohonan membuat suasana belajar terasa nyaman. Bentuk bangunan dan jalur kampus yang berada di area perbukitan memberikan suasana unik dan berbeda dari kampus pada umumnya.

Hal lain yang membuat pengalaman di USM semakin menyenangkan adalah keramahan mahasiswa dan civitas akademika. Mahasiswa lokal maupun internasional sangat terbuka dan saling membantu, terutama kepada mahasiswa asing. Mereka dengan senang hati berbagi informasi dan membantu kami beradaptasi selama mengikuti program. Melalui Program MBKM KAMI Berdampak yang difasilitasi oleh Universitas Syiah Kuala, saya mendapatkan pengalaman belajar yang tidak hanya menambah pengetahuan akademik, tetapi juga memperluas wawasan budaya dan sosial. Pengalaman ini menjadi bekal berharga bagi saya untuk berkembang sebagai mahasiswa dengan perspektif global dan kepedulian sosial yang lebih baik.

International Exposure Mahasiswa Akuntansi USK melalui Student Exchange KAMI Berdampak di USM

Program KAMI Berdampak merupakan salah satu inisiatif strategis Universitas Syiah Kuala dalam mendukung implementasi kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) yang berorientasi pada penguatan kompetensi global mahasiswa. Melalui skema pertukaran pelajar internasional, mahasiswa didorong untuk memperoleh pengalaman akademik dan budaya lintas negara sebagai bekal menghadapi tantangan dunia profesional yang semakin kompleks. Dalam konteks tersebut, mahasiswa Program Studi S1 Akuntansi (International Accounting Program), Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Syiah Kuala, turut berpartisipasi dalam Program KAMI Berdampak dengan mengikuti kegiatan student exchange ke Universiti Sains Malaysia (USM). Kegiatan ini diikuti oleh Dwiva Putra Bhuana Paksa bersama lima mahasiswa lainnya dari program studi yang sama, sebagai wujud komitmen prodi dalam mencetak lulusan berdaya saing internasional.

Globalisasi dan perkembangan dunia akuntansi menuntut lulusan perguruan tinggi untuk tidak hanya menguasai kompetensi teknis, tetapi juga memiliki wawasan internasional, kemampuan adaptasi lintas budaya, serta pemahaman terhadap sistem pendidikan dan praktik akademik di tingkat global. Oleh karena itu, Program Studi S1 Akuntansi (International Accounting Program) secara aktif mendorong mahasiswanya untuk terlibat dalam program mobilitas internasional sebagai bagian dari penguatan soft skills dan hard skills. Universiti Sains Malaysia dipilih sebagai universitas mitra karena reputasinya sebagai salah satu universitas riset terkemuka di kawasan Asia Tenggara, khususnya dalam bidang ilmu sosial dan ekonomi. Melalui Program KAMI Berdampak, mahasiswa diharapkan mampu mengintegrasikan pengalaman akademik internasional dengan konteks pembelajaran di Universitas Syiah Kuala, sekaligus membangun jejaring akademik yang berkelanjutan.

Selama mengikuti Program KAMI Berdampak melalui skema pertukaran pelajar ke Universiti Sains Malaysia (USM), mahasiswa S1 Akuntansi (International Accounting Program) memperoleh pengalaman akademik, budaya, dan sosial yang komprehensif. Kegiatan utama program meliputi sit in class pada berbagai mata kuliah seperti Ekonomi Perlakuan, Ekonomi Moneter, Ekonomi Persekitaran dan Sumber Asli, Ekonomi Buruh, serta Manajemen Sektor Publik dengan fokus pada public participation, yang memberikan pemahaman mengenai pendekatan pembelajaran berbasis diskusi kritis dan analisis kebijakan publik. Selain itu, mahasiswa mengikuti campus tour USM untuk mengenal lingkungan akademik, fasilitas kampus, serta konsep green campus yang menjadi ciri khas universitas tersebut. Pengalaman budaya juga diperoleh melalui kunjungan ke bazaar Wisuda Sarjana USM, yang mencerminkan keterlibatan masyarakat lokal dalam kegiatan akademik. Di luar aktivitas kampus, mahasiswa melakukan eksplorasi destinasi wisata dan sejarah Penang seperti George Town, Chew Jetty, Armenian Street, dan Art Street, yang memperkaya pemahaman tentang keberagaman budaya dan sejarah Malaysia. Program ini semakin bermakna melalui eksplorasi kuliner khas Penang serta diskusi kelompok bersama mahasiswa dari Universitas Negeri Semarang, yang memperkuat kolaborasi dan pertukaran perspektif antarmahasiswa lintas institusi. Partisipasi mahasiswa S1 Akuntansi (International Accounting Program) Universitas Syiah Kuala dalam Program KAMI Berdampak di Universiti Sains Malaysia menjadi pengalaman berharga yang memberikan dampak signifikan terhadap pengembangan akademik, wawasan global, dan kemampuan sosial mahasiswa. Program ini tidak hanya memperluas pemahaman terhadap sistem pendidikan internasional, tetapi juga membentuk sikap terbuka, toleran, dan adaptif dalam lingkungan multikultural. Diharapkan, pengalaman ini dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk aktif mengikuti program mobilitas internasional serta berkontribusi dalam meningkatkan reputasi Program Studi S1 Akuntansi Universitas Syiah Kuala di tingkat nasional maupun internasional. Ke depan, kolaborasi akademik antara Universitas Syiah Kuala dan Universiti Sains Malaysia diharapkan terus berlanjut dan memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi pengembangan kualitas pendidikan tinggi.

Pengalaman Salah satu mahasiswa dari Program Studi sarjana akuntansi Universitas Syiah Kuala (USK) yang  bernama Andika Putra Pratama baru saja menyelesaikan student exchange di Universiti Sains Malaysia (USM), melalui Program Kegiatan Akademik Mahasiswa Internasional (KAMI) USK

Banda aceh, 16 desember 2025 – ”Terlibat ditengah tengah keberagaman” merupakan kata kata yang sesuai untuk mendeskripsikan tulisan ini, saya merupakan salah satu mahasiswa dari Program Studi sarjana akuntansi Universitas Syiah Kuala (USK) yang  baru saja menyelesaikan student exchange di Universiti Sains Malaysia (USM), melalui Program Kegiatan Akademik Mahasiswa Internasional (KAMI) USK. Pengalaman ini adalah sebuah transformasi multikultural yang memperkaya perspektif akademis dan sosial. Universiti Sains Malaysia, yang terletak di jantung multikultural Penang, benar-benar menjadi wadah bagi interaksi budaya yang intens dan bermakna. Saya menyoroti bahwa berinteraksi dengan rekan-rekan dari berbagai etnis Melayu, Tionghoa, dan India di Malaysia, serta mahasiswa internasional dari Singapura, Thailand, Jepang, hingga negara-negara Eropa dan Timur Tengah, merupakan pelajaran yang tak ternilai harganya.

Fokus utama dari pengalaman ini adalah penghayatan langsung terhadap kekuatan keberagaman dalam lingkungan akademik. Dengan  menceritakan bagaimana dinamika kelas di USM sangat hidup, didorong oleh perbedaan cara pandang yang dibawa oleh setiap mahasiswa. “Dalam satu proyek studi kasus, misalnya, rekan dari Eropa menawarkan solusi berbasis teknologi yang berbeda dengan pendekatan berbasis sosial yang diusulkan oleh teman dari Asia Tenggara. Diskusi-diskusi ini memaksa saya untuk berpikir kritis di luar batas-batas kebiasaan,” jelas Keberagaman ini juga terasa di kehidupan sehari-hari, mulai dari perayaan festival keagamaan yang berbeda di kampus, hingga mencoba kuliner otentik dari tiga budaya utama Malaysia. Hal ini memperkuat pemahaman tentang pentingnya toleransi dan inklusivitas sebagai bekal penting untuk menjadi warga dunia.

Lebih lanjut, saya  juga berhasil berpartisipasi aktif dalam kegiatan ekstrakurikuler yang mendorong integrasi budaya. Salah satunya adalah Convocation . Kegiatan ini bukan hanya ajang pamer flexing kelulusan, melainkan platform yang efektif untuk menghapus stereotip dan membangun jembatan persahabatan. Pengalaman ini mengajarkan bahwa meskipun berbeda bahasa dan latar belakang, tujuan akademik dan kemanusiaan akan tetap dapat menyatukan perbedaan. Saya berharap, kisah ini dapat menginspirasi mahasiswa lainnya untuk tidak membatasi diri pada zona nyaman, melainkan aktif mencari pengalaman yang menantang dan memperluas wawasan internasional. Keberhasilan di kancah internasional ini disambut baik oleh pihak Program Studi sarjana akuntansi Universitas Syiah Kuala, yang menekankan pentingnya pengalaman international bagi para lulusan. Pengalaman di Universiti Sains Malaysia ini diharapkan menjadi model bagi mahasiswa lain bahwa keberagaman bukan sekadar konsep, tetapi modal penting yang harus dikelola dan dirayakan untuk menciptakan lingkungan belajar yang kaya dan progresif. Dari program ini saya tidak hanya membawa pulang nilai akademik yang tinggi, tetapi juga jaringan pertemanan internasional dan kemampuan adaptasi yang matang.

Departemen Akuntansi FEB USK Selenggarakan Seminar “Qualitative Approaches to Social Research” Bersama Dr Chao Ren dari UNSW Australia

Banda Aceh, 5 Desember 2025 — Departemen Akuntansi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Syiah Kuala menyelenggarakan seminar bertajuk “Qualitative Approaches to Social Research” pada Jumat, 5 Desember 2025, bertempat di Balai Sidang, FEB USK.

Seminar ini menghadirkan Dr Chao Ren, dosen di bidang Akuntansi pada School of Business, UNSW Canberra, Australia, sebagai narasumber. Dalam sesi pemaparan, Dr Chao Ren menjelaskan berbagai pendekatan kualitatif dalam riset sosial, khususnya cara peneliti memahami dan menafsirkan tindakan, praktik, serta perspektif aktor sosial dalam konteks fenomena sosial dan organisasi. Selain membahas konsep dan kerangka berpikir, Dr Chao Ren juga memaparkan hasil penelitiannya yang menggunakan Critical Discourse Analysis (CDA) dan wawancara. Melalui contoh riset tersebut, peserta memperoleh gambaran yang lebih langsung mengenai bagaimana penelitian kualitatif dirancang, dijalankan, hingga menghasilkan temuan dan kontribusi ilmiah.

Kegiatan ini secara resmi dibuka oleh Kepala Departemen Akuntansi FEB USK, Prof. Dr. Heru Fahlevi, S.E., M.Sc., CA, yang menyampaikan sambutan sekaligus menekankan pentingnya penguatan kapasitas riset serta pengembangan metodologi yang dapat memperkaya kualitas penelitian.

Sesi diskusi berlangsung interaktif, mencakup pertanyaan-pertanyaan metodologis serta pembahasan mengenai teori-teori potensial yang dapat dieksplorasi dalam studi kualitatif, baik untuk memperdalam analisis maupun memperkuat argumentasi penelitian. Antusiasme peserta terlihat dari ragam isu yang didiskusikan. Pada akhir acara, dilakukan penyerahan sertifikat sebagai bentuk apresiasi kepada narasumber. Seminar ini diharapkan menjadi ruang pembelajaran dan pertukaran gagasan bagi sivitas akademika, serta mendorong lahirnya penelitian-penelitian berkualitas yang relevan bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan kebutuhan masyarakat.

Dalam kesempatan ini, panitia dan peserta juga menyampaikan doa dan solidaritas bagi para korban serta keluarga terdampak bencana di Sumatera, seraya berharap proses pemulihan berjalan lancar dan seluruh pihak diberi kekuatan.

Alumni Talk : “From Campus to Corporate: Journey in Finance and Accounting Career”

Departemen Akuntansi bersama Himpunan Mahasiswa akuntansi kembali mengadakan kegiatan Alumni Talk. Salah satu kegiatan yang bertujuan untuk untuk mempererat tali silaturahmi antara mahasiswa dengan para alumni Akuntansi serta membuka wawasan mengenai dunia kerja, tantangan, dan peluang karir di bidang Akuntansi. Selain itu, kegiatan ini menjadi sarana berbagi pengalaman yang bermanfaat dari alumni kepada mahasiswa, sebagai bekal untuk mempersiapkan diri menghadapi masa depan. Alumni talk kali ini bertajuk “Dari Kampus ke dunia kerja: Perjalanan Karier di bidang Keuangan dan Akuntansi”. Bertujuan menggambarkan perjalanan transisi mahasiswa dari kampus ke dunia kerja professional. Membekali mahasiswa dengan wawasan, keterampilan, dan gambaran nyata tentang karier di bidang keuangan dan Akuntansi.

Pada kegiatan yang dilaksanakan melalui platform zoom meeting ini, Alumni Talk menghadirkan sosok narasumber yang Inspiratif yaitu saudari Mutia Sabila, seorang professional muda yang saat ini bekerja sebagai Market Finance Associate di Ernst & Young (EY), salah satu perusahaan Akuntansi dan Konsultan terbesar di dunia (Big Four). Mutia telah berkarir di EY sejak Juli 2025. Sebelumya, ia pernah bekerja sebagai Finance, Accounting, and tax Executive di PT Dachin Etech Global selama satu tahun, serta menjalani magang di Direktorat Jenderal Perbendaharaan Kementrian Keuangan RI – Aceh, di mana ia terlibat dalam review laporan Keuangan pemerintah daerah dan penyusunan CaLK. Rangkaian kegiatan diawali dengan Laporan ketua panitia Naurah Qurratun Aini dan dilanjutkan dengan kata sambutan hangat dari Sekretaris departemen Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis USK Dr. Nuraini A, S.E., M.Si., Ak. CA. Selanjutnya untuk sesi diskusi Kegiatan dipandu dengan moderator M. Arash Al Faiz lalu penyampaian materi narasumber dan dilanjutkan dengan sesi diskusi dua arah antara Narasumber dan Peserta. Pada kegiatan ini jumlah peserta yang mendaftar adalah sebanyak 194 orang. Harapanya dengan kegiatan ini mahasiswa/i Akuntansi dapat terus menggali potensi diri dan mempersiapkan keterampilan yang diperlukan pada dunia kerja.

Sharing Session “From Campus to Corporate: Journey in Finance and Accounting Career”

Program Studi Akuntansi menyelenggarakan kegiatan berbagi pengalaman bertajuk “From Campus to Corporate: Journey in Finance and Accounting Career” sebagai upaya mendukung mahasiswa dalam mempersiapkan diri memasuki dunia kerja. Acara ini diadakan pada Sabtu, 15 November 2025 pukul 09.00 WIB melalui Zoom Meeting, dan diharapkan dapat menjadi ruang edukatif bagi mahasiswa untuk memahami proses transisi dari kehidupan kampus menuju lingkungan profesional.

Kegiatan ini menghadirkan Mutia Sabila, S.E, seorang Markets Finance Associate yang telah berpengalaman dalam bidang Finance dan Accounting. Melalui sesi ini, Mutia membagikan kisah perjalanan karier, tantangan yang dihadapi, serta keterampilan penting yang wajib dimiliki para calon profesional. Kehadiran narasumber alumni memberikan nilai tambah karena mahasiswa dapat memperoleh perspektif langsung dari praktisi yang pernah menempuh jalur akademik serupa.

Acara dipandu oleh M. Arash Al Faiz selaku moderator dan didukung oleh panitia di bawah kepemimpinan Naurah Qurratun Aini sebagai ketua. Selama berlangsungnya kegiatan, peserta mendapatkan kesempatan untuk berinteraksi, mengajukan pertanyaan, dan mendalami dinamika karier di bidang Finance dan Accounting. Antusiasme mahasiswa terlihat dari banyaknya partisipasi aktif dalam sesi diskusi.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya memperoleh pengetahuan praktis, tetapi juga mendapatkan e-sertifikatsebagai bentuk apresiasi atas keikutsertaan mereka. Program Studi Akuntansi berharap kegiatan semacam ini dapat secara konsisten menjadi wadah pengembangan diri dan peningkatan kesiapan karier bagi mahasiswa. Pendaftaran kegiatan ini dibuka melalui tautan: https://forms.gle/xtUHEXnd4YuKb3T49. Program Studi Akuntansi mengajak seluruh mahasiswa untuk memanfaatkan kesempatan ini guna memperluas wawasan, membangun jaringan, dan mempersiapkan masa depan profesional yang lebih cerah.

Mahasiswa FEB USK Jadi Coach di Ajang Asia World Model United Nations XII Bali 2025

Banda Aceh, 5 November 2025 — Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh salah satu mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Syiah Kuala (FEB USK), Ridho Alfitrah, yang berhasil menjadi coach sekaligus observant bagi delegasi junior dalam kegiatan Asia World Model United Nations (AWMUN) XII yang diselenggarakan di Bali pada 17–20 Oktober 2025.

Asia World Model United Nations merupakan ajang internasional yang mempertemukan mahasiswa dari berbagai negara untuk berperan sebagai diplomat dan membahas isu-isu global. Dalam kegiatan tersebut, Ridho berperan aktif memberikan arahan, pelatihan, serta pendampingan kepada salah satu delegasi muda Indonesia yang menjadi peserta konferensi.

“Menjadi coach di AWMUN merupakan pengalaman luar biasa. Saya tidak hanya belajar tentang diplomasi internasional, tetapi juga tentang kepemimpinan, komunikasi, dan bagaimana memotivasi generasi muda agar berani berbicara di forum global,” ujar Ridho.

Selain kiprahnya di ajang internasional, Ridho Alfitrah juga dikenal dengan MC Ridho juga merupakan Mahasiswa Berprestasi Fakultas Ekonomi dan Bisnis USK tahun 2025. Tak hanya aktif di bidang akademik dan organisasi, ia juga mengajar sebagai guru privat Bahasa Inggris, membantu banyak siswa mengembangkan kemampuan bahasa untuk kompetisi maupun pendidikan lanjut.

Tidak berhenti di situ, Ridho juga terlibat sebagai coach bagi Putri Anak Indonesia perwakilan Aceh, yang berhasil meraih Runner Up 5 Putri Anak Indonesia 2025. Keberhasilan tersebut menjadi bukti nyata kontribusi Ridho dalam menginspirasi dan membimbing generasi muda Aceh untuk berprestasi di tingkat nasional maupun internasional. Dengan berbagai capaian tersebut, Ridho Alfitrah diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus berani mengambil peran dan berkontribusi di tingkat global, membuktikan bahwa generasi muda Aceh mampu bersaing dan berprestasi di berbagai bidang.