Banda Aceh, 16 Desember 2025 – Saya merupakan mahasiswa semester 7 Program Studi Akuntansi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Syiah Kuala, yang telah menyelesaikan program student exchange di Universiti Sains Malaysia (USM), School of Social Sciences, Pulau Pinang, Malaysia. Program ini memberikan kesempatan bagi saya untuk mengikuti kegiatan akademik di USM sebagai universitas APEX (Accelerated Programme for Excellence), yang dikenal memiliki fokus kuat pada keunggulan akademik, riset, dan pengabdian kepada masyarakat.
Selama mengikuti perkuliahan di USM, saya merasakan lingkungan belajar yang terstruktur dan disiplin, namun tetap terbuka terhadap diskusi. Metode pembelajaran banyak menekankan pada critical thinking, analisis kasus, dan keterkaitan antara teori dengan kondisi sosial yang nyata. Sebagai mahasiswa akuntansi, pengalaman belajar di School of Social Sciences membantu saya memahami bahwa ilmu ekonomi dan bisnis tidak berdiri sendiri, tetapi berkaitan erat dengan aspek sosial, kebijakan publik, dan dinamika masyarakat. Pendekatan pembelajaran ini sejalan dengan visi USM sebagai universitas APEX yang mendorong ilmu pengetahuan untuk memberi dampak nyata bagi masyarakat.
Selain itu, budaya akademik di USM mendorong mahasiswa untuk mandiri dan bertanggung jawab terhadap proses belajarnya. Dosen berperan sebagai fasilitator yang membuka ruang diskusi, sementara mahasiswa didorong untuk aktif menyampaikan pendapat dan bekerja dalam kelompok yang beragam. Pengalaman ini melatih saya untuk lebih percaya diri, terstruktur dalam berpikir, dan terbiasa dengan standar akademik internasional.
Di luar kegiatan akademik, program student exchange ini juga memberikan kesempatan untuk mengenal budaya dan kehidupan sosial di Pulau Pinang. Keberagaman budaya Melayu, Tionghoa, dan India terlihat jelas dalam kehidupan sehari-hari masyarakat. Saya juga mengunjungi beberapa tempat ikonik seperti George Town, yang mencerminkan sejarah panjang Penang sebagai pusat perdagangan dan pertemuan budaya. Secara historis, Pulau Pinang memiliki hubungan yang erat dengan Indonesia, khususnya Aceh, baik dari sisi budaya, bahasa, maupun sejarah perdagangan, sehingga proses adaptasi selama program berlangsung terasa lebih mudah. Melalui program ini, saya memperoleh pengalaman belajar di lingkungan akademik internasional yang berkualitas, sekaligus pemahaman yang lebih luas mengenai keberagaman budaya di kawasan Asia Tenggara. Pengalaman mengikuti student exchange di Universiti Sains Malaysia diharapkan dapat menjadi bekal penting dalam pengembangan akademik dan pribadi saya, serta memberikan gambaran bagi mahasiswa lain tentang manfaat mengikuti program pertukaran mahasiswa internasional.














