Program Studi Sarjana Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Syiah Kuala kembali melaksanakan Ujian Komprehensif sebagai salah satu tahapan akademik yang wajib diikuti mahasiswa sebelum menyelesaikan Studi.

Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam proses evaluasi capaian pembelajaran mahasiswa guna mengukur kompetensi akademik, penguasaan keilmuan, serta kesiapan mahasiswa dalam menghadapi dunia profesional di bidang akuntansi. Ujian komprehensif juga menjadi wujud implementasi sistem penjaminan mutu akademik yang diterapkan oleh Program Studi Sarjana Akuntansi FEB USK.

Pelaksanaan Ujian Komprehensif dilaksanakan pada Jumat, 22 Mei 2026 bertempat di Gedung KPMG Lantai II Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Syiah Kuala. Dalam pelaksanaannya, ujian dilakukan menggunakan sistem e-learning yang dirancang untuk mendukung proses evaluasi secara efektif, terstruktur, dan transparan. Mahasiswa mengikuti ujian berdasarkan konsentrasi yang telah dipilih selama masa studi, yaitu Akuntansi Keuangan, Akuntansi Syariah, Akuntansi Sektor Publik, Akuntansi Manajemen, dan Sistem Informasi Akuntansi. Adapun bentuk soal yang digunakan dalam ujian ini disusun sesuai dengan capaian pembelajaran dan kompetensi pada masing-masing konsentrasi.

Antusiasme peserta terlihat dari kesiapan mahasiswa dalam mengikuti setiap tahapan ujian serta kesungguhan mereka dalam menyelesaikan soal-soal yang diberikan. Pelaksanaan ujian berbasis e-learning memberikan pengalaman akademik yang lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan dunia pendidikan modern. Selain mengukur penguasaan teori dan konsep, ujian ini juga dirancang untuk menguji kemampuan analitis, ketepatan pengambilan keputusan, serta pemahaman mahasiswa terhadap berbagai kasus dan permasalahan akuntansi sesuai bidang peminatan masing-masing. Melalui pelaksanaan kegiatan ini, Program Studi Sarjana Akuntansi FEB USK berharap mahasiswa dapat semakin siap menghadapi dunia kerja, tantangan profesi, maupun jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Ujian komprehensif menjadi salah satu bentuk komitmen Program Studi Sarjana Akuntansi FEB USK dalam menjaga kualitas lulusan agar tetap unggul, profesional, berintegritas, serta mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang akuntansi.

Program Studi Sarjana Akuntansi FEB USK Gelar FGD Evaluasi Ketercapaian VMTS Libatkan Pemangku Kepentingan dan Akademisi Internasional

Program Studi Sarjana Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Syiah Kuala menyelenggarakan kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Evaluasi Ketercapaian Visi, Misi, Tujuan dan Sasaran (VMTS) pada Rabu, 20 Mei 2026. Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 13.30 hingga 17.00 WIB ini dilaksanakan secara hybrid dengan pelaksanaan luring bertempat di Balai Diklat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Syiah Kuala, sementara peserta daring mengikuti kegiatan melalui Zoom Meeting.

Acara dibuka oleh Koordinator Program Studi Akuntansi FEB USK, Dr. Riha Dedi Priantana. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa kegiatan FGD VMTS ini memiliki peran penting dalam mengevaluasi ketercapaian Visi, Misi, Tujuan, dan Sasaran Program Studi Sarjana Akuntansi secara objektif dan berkelanjutan. Beliau juga menegaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk memperoleh berbagai masukan dan rekomendasi dari para pemangku kepentingan guna mendukung pengembangan program studi, sekaligus memperkuat proses penjaminan mutu dan mendukung persiapan akreditasi program studi.

FGD ini menjadi salah satu agenda strategis Program Studi Sarjana Akuntansi dalam melakukan evaluasi terhadap ketercapaian visi, misi, tujuan, dan sasaran program studi secara menyeluruh. Kegiatan ini juga merupakan bagian dari upaya peningkatan mutu akademik dan penguatan sistem penjaminan mutu berkelanjutan, khususnya dalam mendukung pengembangan program studi dan persiapan akreditasi.

Kegiatan ini menghadirkan dua narasumber dari institusi nasional dan internasional, yaitu Prof. Dr. Dyah Setyaningrum dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia serta Lailatul Faizah Abu Hassan yang berasal dari Universiti Teknologi Mara Malaysia. Kehadiran kedua pemateri diharapkan mampu memberikan pandangan akademik, evaluatif, dan strategis dalam pengembangan Program Studi Sarjana Akuntansi FEB USK ke depan.

FGD turut melibatkan berbagai pemangku kepentingan, di antaranya pengguna lulusan, alumni, dosen, mahasiswa, serta mitra program studi. Keterlibatan para stakeholder tersebut menjadi bagian penting dalam memperoleh masukan yang komprehensif terkait implementasi VMTS serta relevansinya dengan kebutuhan dunia kerja, perkembangan pendidikan tinggi, dan tantangan global saat ini.

Pada sesi pemaparan materi, Prof. Dr. Dyah Setyaningrum menyampaikan materi terkait analisis ketercapaian VMTS dan kurikulum Program Studi Sarjana Akuntansi USK. Dalam paparannya, beliau menekankan pentingnya keterkaitan antara VMTS program studi dengan Indikator Kinerja Utama (IKU) perguruan tinggi serta kontribusi institusi pendidikan tinggi dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Beliau juga menjelaskan bahwa pengembangan kurikulum harus mampu menjawab kebutuhan dunia kerja, perkembangan teknologi, serta tantangan global yang terus berkembang. Selain itu, keterlibatan aktif perguruan tinggi dalam isu keberlanjutan dan penguatan kompetensi lulusan menjadi aspek penting dalam meningkatkan daya saing institusi di tingkat nasional maupun internasional.

Sementara itu, Lailatul Faizah Abu Hassan dari Universiti Teknologi Mara menyampaikan materi yang berfokus pada konsep sociopreneur. Dalam pemaparannya, beliau menjelaskan bahwa sociopreneurship merupakan pendekatan yang tidak hanya menekankan aspek kewirausahaan, tetapi juga memberikan dampak sosial yang positif bagi masyarakat.

Topik tersebut sejalan dengan visi Fakultas Ekonomi dan Bisnis USK, yaitu mewujudkan sosio-teknopreneur yang inovatif, mandiri, terkemuka, dan islami di tingkat global. Melalui perspektif internasional yang dibagikan, peserta memperoleh wawasan mengenai pentingnya pengembangan karakter kewirausahaan sosial dalam membentuk lulusan yang adaptif, kreatif, serta memiliki kepedulian terhadap isu-isu sosial dan pembangunan berkelanjutan.

Diskusi yang berlangsung interaktif memberikan ruang bagi peserta untuk menyampaikan pandangan, masukan, dan rekomendasi terkait pengembangan Program Studi Sarjana Akuntansi. Berbagai isu strategis turut dibahas, mulai dari penguatan kurikulum berbasis capaian pembelajaran, peningkatan kompetensi lulusan, kolaborasi dengan mitra industri, hingga penguatan peran program studi dalam mendukung pembangunan berkelanjutan.

Melalui pelaksanaan FGD ini, diharapkan dapat tersusun hasil evaluasi ketercapaian VMTS Program Studi Sarjana Akuntansi secara komprehensif, rekomendasi perbaikan dan pengembangan program studi, serta dokumentasi kegiatan yang dapat menjadi data dukung dalam proses penjaminan mutu dan akreditasi. Kegiatan ini menjadi wujud komitmen Program Studi Sarjana Akuntansi FEB USK dalam terus meningkatkan kualitas pendidikan, memperkuat tata kelola akademik, serta menghasilkan lulusan yang unggul, adaptif, dan mampu bersaing di tingkat nasional maupun global.

Nabila Anris Putri salah satu Mahasiswi Prodi S1 Akuntansi berbagi cerita saat magang di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Aceh Unit Sistem Pembayaran

Capacity Building Pelaporan Championship TP2DD dan Penyusunan Roadmap IETPD 2026–2030

Pada kegiatan Capacity Building Pelaporan Championship Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) dan Penyusunan Roadmap Indeks Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (IETPD) 2026–2030, penulis berperan sebagai Master of Ceremony (MC) utama sekaligus bagian dari panitia penyelenggara. Kegiatan ini merupakan agenda strategis yang bertujuan untuk memperkuat koordinasi serta penyusunan arah kebijakan terkait percepatan dan perluasan digitalisasi daerah di Provinsi Aceh.

Dalam pelaksanaannya, penulis bertanggung jawab dalam menyusun naskah (script) MC, membawakan acara, serta berkoordinasi dengan tim untuk memastikan kegiatan berjalan sesuai dengan rundown. Penulis juga menyesuaikan alur acara dengan kondisi di lapangan agar seluruh rangkaian kegiatan tetap berlangsung secara tertib dan lancar. Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan, seperti perwakilan Sekretaris Daerah (Asisten III), Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Aceh, perwakilan dari Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, serta perwakilan dinas tingkat provinsi dan kabupaten/kota di Aceh. Melalui kegiatan ini, penulis memperoleh pengalaman dalam public speaking, koordinasi tim, serta pemahaman terhadap program digitalisasi yang diinisiasi oleh Bank Indonesia dalam mendorong digitalisasi ekonomi daerah.

Sosialisasi Penggunaan QRIS dan Ajakan Scan 1 Rupiah dalam Gerakan Pangan Murah (GPM) di Kota Banda Aceh hingga Kab. Aceh Besar

Pada kegiatan Sosialisasi Penggunaan QRIS dalam rangka Gerakan Pangan Murah (GPM), penulis berperan dalam menyampaikan edukasi kepada masyarakat mengenai penggunaan QRIS sebagai metode pembayaran digital yang praktis dan aman. Kegiatan ini dilaksanakan di beberapa titik di wilayah Banda Aceh hingga Aceh Besar dengan sasaran masyarakat umum.

Dalam pelaksanaannya, penulis terlebih dahulu menyosialisasikan manfaat dan cara penggunaan QRIS kepada masyarakat sebelum mengajak mereka untuk melakukan transaksi simbolis dengan melakukan scan QRIS sebesar Rp1. Setelah melakukan transaksi, masyarakat diberikan souvenir yang telah disediakan, seperti teh, kecap, atau garam, sebagai bentuk apresiasi sekaligus upaya menarik minat penggunaan QRIS. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan mendorong percepatan digitalisasi sistem pembayaran di Aceh. Melalui kegiatan ini, penulis memperoleh pengalaman dalam berkomunikasi langsung dengan masyarakat serta meningkatkan kemampuan dalam menyampaikan informasi secara edukatif dan persuasif.

Sosialisasi dan Edukasi Penggunaan Point of Sales (POS) olehTim Possaku kepada Pelaku Usaha di Kawasan Lampuuk

Pada kegiatan Sosialisasi Penggunaan Point of Sales (POS) di Kawasan Lampuuk, penulis berperan sebagai Master of Ceremony (MC) yang memandu jalannya acara sesuai dengan susunan kegiatan. Kegiatan ini ditujukan kepada pelaku usaha di kawasan Lampuuk sebagai target pengguna perangkat POS yang disalurkan oleh Bank Indonesia.

Dalam kegiatan ini, disampaikan sosialisasi terkait penggunaan POS sebagai alat bantu transaksi digital yang dapat memudahkan proses pembayaran serta pencatatan pendapatan usaha. Selain itu, perwakilan Bank Indonesia juga memberikan edukasi mengenai transaksi digital dan perlindungan konsumen agar pelaku usaha lebih waspada terhadap risiko kejahatan digital. Tim Possaku (Vendor POS) turut hadir sebagai narasumber yang menjelaskan mekanisme penggunaan perangkat secara teknis, sehingga pelaku usaha dapat memahami cara operasional POS secara langsung dan diharapkan mampu mengimplementasikannya dalam kegiatan usaha sehari-hari.

Keterlibatan dalam Penyelenggaraan Road to Festival Ekonomi Syariah 2026

Pada kegiatan Road to Festival Ekonomi Syariah 2026, penulis terlibat dalam membantu penyelenggaraan acara sebagai bagian dari rangkaian kegiatan Bank Indonesia dalam mendukung pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia. Kegiatan ini merupakan agenda penting yang melibatkan berbagai program edukatif dan interaktif bagi masyarakat.

Dalam pelaksanaannya, penulis membantu persiapan dan pelaksanaan beberapa rangkaian kegiatan, seperti lomba mewarnai, lomba cerdas cermat, serta kelas edukasi bagi pelaku UMKM. Selain itu, penulis juga turut membantu kelancaran kegiatan lain yang menjadi bagian dari rangkaian acara tersebut agar berjalan sesuai dengan perencanaan. Kegiatan ini diikuti oleh masyarakat umum, pelaku UMKM, serta didukung oleh tim Bank Indonesia. Melalui keterlibatan ini, penulis memperoleh pengalaman dalam mendukung pelaksanaan kegiatan berskala besar serta memahami peran Bank Indonesia dalam mendorong literasi dan pengembangan ekonomi syariah di masyarakat.

Pembuatan dan Publikasi Konten Edukasi Transaksi Digital dan Pelindungan Konsumen

Pada kegiatan ini, penulis bertanggung jawab dalam pembuatan konten edukasi terkait transaksi digital dan pelindungan konsumen yang sudah diupload di reels instagram Bank Indonesia Aceh. Konten yang dibuat bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya bertransaksi secara aman di era digital.

Dalam pelaksanaannya, penulis menyusun ide dan konsep konten, kemudian melakukan proses pengambilan video (shooting) dengan mengarahkan talent sesuai dengan konsep yang telah dirancang. Selain itu, penulis juga melakukan proses pengeditan hingga tahap final, termasuk melakukan revisi berdasarkan masukan yang diberikan. Kegiatan ini dilakukan sebagai bagian dari upaya penyampaian informasi secara kreatif dan komunikatif, sehingga pesan edukasi dapat diterima dengan lebih mudah oleh masyarakat.

Mahasiswa Akuntansi FEB USK Raih Juara Umum dan 8 Penghargaan di DewataEssay Competition Bali

Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Syiah Kuala (USK) kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional melalui ajang Dewata Essay Competition 2026 yang diselenggarakan oleh Universitas Dhyana Pura. Dalam kompetisi tersebut, delegasi mahasiswa USK berhasil membawa pulang total delapan penghargaan bergengsi sekaligus mengukuhkan diri sebagai Juara Umum untuk Universitas Syiah Kuala.

Salah satu mahasiswa Program Studi Akuntansi FEB USK, Nabila Al Karimah, bersama tim berhasil meraih berbagai penghargaan, di antaranya Juara 1, dua Gold Medal, dua Silver Medal, Best Paper, dan Favorite Poster. Prestasi ini menjadi bukti nyata kemampuan mahasiswa FEB USK dalam menghadirkan inovasi dan gagasan solutif yang mampu bersaing di tingkat nasional.

Kompetisi  yang  berlangsung  di  Bali  tersebut  diikuti  oleh  berbagai  perguruan tinggi  dari seluruh Indonesia dan menjadi wadah bagi mahasiswa untuk menunjukkan kemampuan akademik, riset, serta inovasi dalam menjawab berbagai isu strategis dan tantangan masa depan.

Ketua Program Studi Akuntansi FEB USK, Dr. Riha Dedi Priantana, turut menyampaikan apresiasi atas capaian yang diraih mahasiswanya. Menurutnya, prestasi tersebut menunjukkan bahwa mahasiswa Akuntansi FEB USK tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu berinovasi dan beradaptasi dalam berbagai kompetisi ilmiah.

“Kami sangat bangga atas prestasi yang diraih oleh mahasiswa Program Studi Akuntansi FEB USK dalam ajang Dewata Essay Competition di Bali. Capaian ini menunjukkan kualitas, kreativitas, dan daya saing mahasiswa USK di tingkat nasional. Semoga prestasi ini dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus aktif berprestasi dan mengharumkan nama universitas,” ungkapnya.

Keberhasilan ini diharapkan semakin memperkuat semangat mahasiswa FEB USK untuk terus menghasilkan karya inovatif, memperluas jejaring akademik, serta meningkatkan kontribusi nyata bagi masyarakat melalui ide dan penelitian yang berdampak.

Pengalaman Mahasiswa S1 Akuntansi Magang di Kantor Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Aceh

Dalam konteks meningkatnya tuntutan transparansi dan akuntabilitas pengelolaan keuangan publik, instansi pemerintah dituntut untuk terus beradaptasi dengan sistem dan regulasi yang semakin kompleks. Kondisi ini menjadikan pengalaman praktis sebagai bagian penting dalam proses pembelajaran mahasiswa, khususnya di bidang akuntansi. Melalui kegiatan magang di Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), kami tidak hanya mengamati, tetapi juga terlibat langsung dalam proses kerja nyata yang mencerminkan bagaimana kebijakan dan sistem keuangan publik diimplementasikan secara operasional. Pengalaman ini memberikan perspektif kritis bahwa terdapat kesenjangan antara konsep teoritis yang dipelajari di perkuliahan dengan praktik di lapangan, terutama dalam hal adaptasi terhadap sistem baru dan dinamika administratif yang terus berkembang.

Selama melaksanakan kegiatan magang di Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), kami memperoleh pengalaman langsung yang sangat relevan dengan bidang keilmuan akuntansi, khususnya dalam praktik pengelolaan dan pelaporan keuangan sektor publik. Kegiatan magang ini tidak hanya memberikan pemahaman teoritis, tetapi juga memperkenalkan kami pada dinamika kerja instansi pemerintahan yang menuntut ketelitian, tanggung jawab, serta kemampuan adaptasi terhadap sistem dan regulasi yang terus berkembang.

Salah satu pengalaman yang paling berkesan adalah keterlibatan kami dalam asistensi pelaporan Surat Pemberitahuan (SPT) melalui sistem Coretax. Coretax merupakan sistem baru yang mulai diterapkan dalam pelaporan pajak, termasuk SPT Orang Pribadi (OP). Dalam kegiatan ini, kami membantu proses input data, verifikasi dokumen, serta memastikan kesesuaian antara data yang dilaporkan dengan ketentuan perpajakan yang berlaku. Pengalaman ini menjadi bentuk nyata penerapan ilmu akuntansi perpajakan yang telah dipelajari di bangku kuliah ke dalam praktik kerja yang sesungguhnya.

Selain itu, kami juga dilibatkan dalam berbagai kegiatan administratif dan teknis lainnya, seperti pengolahan data keuangan, penyusunan laporan, serta mendukung kegiatan operasional di lingkungan Bappeda.  Melalui aktivitas  tersebut,  kami belajar  pentingnya  koordinasi antarbagian,  manajemen waktu, serta ketelitian dalam bekerja, mengingat setiap data dan laporan memiliki dampak terhadap proses perencanaan pembangunan daerah secara keseluruhan.

Secara keseluruhan, kegiatan magang di Bappeda memberikan kontribusi besar dalam meningkatkan kompetensi kami, baik dari segi hard skills maupun soft skills. Kami tidak hanya memahami alur kerja pemerintahan secara lebih mendalam, tetapi juga mampu mengasah kemampuan komunikasi, kerja sama tim, dan pemecahan masalah. Pengalaman ini diharapkan dapat menjadi bekal yang kuat bagi kami dalam memasuki dunia kerja serta berkontribusi secara profesional di bidang akuntansi dan keuangan publik di masa mendatang.

Pengalaman Magang Mahasiswa S1 Akuntansi di Bank Syariah Indonesia

Kami mahasiswa dari Universitas Syiah Kuala yakni Nadia Br Solin (2301103010043), Alfira Zahra Amara (2301103010059), Zia Ul Haj (2301103010060), Zulfahmi (2301103010086), dan Aini Br Bangun (2301103010172) merupakan mahasiswa prodi  S1

Akuntansi Fakultas Ekonomi Bisnis yang berkesempatan mengikuti program MBKM di Bank Syariah Indonesia lebih  kurang selama 4 bulan terhitung mulai dari bulan Februari sampai bulan Juni 2026.

Sebagai mahasiswa, pengalaman magang di Bank Syariah Indonesia menjadi kesempatan berharga bagi kami untuk memahami lebih dalam tentang industri perbankan syariah. Selama masa magang, kami terlibat dalam berbagai tugas operasional yang menambah wawasan mengenai sistem perbankan berbasis syariah, meningkatkan keterampilan komunikasi dalam dunia kerja, serta memperdalam pemahaman mengenai bagaimana proses pelayanan nasabah pada industri perbankan berbasis syariah.

Selama magang di Bank Syariah Indonesia kami lebih sering ditempatkan pada bagian operasional,  tepatnya  kami  akan  menyambut  dan  membantu  nasabah  menginput  melalui gform untuk mengambil nomor antrian. Nomor antrian ini yang akan mengarahkan nasabah yang perlu transaksi ke teller, dan nasabah yang ingin membuka rekening baru ke costumer service.

Kami juga akan membantu nasabah ingin melakukan pengaduan terkait transaksi yang gagal baik di atm maupun di aplikasi Byond. Kami juga membantu nasabah mengisi formulir yang diperlukan untuk membuka rekening, mengganti pin atm, mengubah data, serta hal-hal

yang berkaitan dengan Byond. Selain dari melayani nasabah, kami juga sesekali membantu pada bagian marketing. Di bagian marketing kami biasanya membuat surat permohonan pemblokiran rekening nasabah, membuat surat referensi bank, membuat surat restrukrisasi, dan menginput data cicilan emas.

Selama menjalani kegiatan magang, kami menghadapi beberapa tantangan dalam proses adaptasi   dan   pelaksanaan   tugas.   Tantangan   tersebut   meliputi   penyesuaian   terhadap lingkungan kerja yang profesional yang menuntut ketelitian, kecepatan, dan tanggung jawab dalam melayani nasabah, serta pemahaman terhadap sistem dan prosedur operasional perbankan syariah yang cukup kompleks.

Selain itu, kami juga perlu meningkatkan kemampuan komunikasi dalam menghadapi berbagai karakter nasabah, termasuk dalam menangani keluhan atau kendala transaksi. Tidak hanya itu, kedisiplinan dalam mengikuti jam kerja serta kemampuan bekerja sama dalam tim juga menjadi hal yang perlu kami latih selama masa magang. Meskipun demikian, berbagai tantangan tersebut menjadi proses pembelajaran yang sangat berharga dalam membentuk kesiapan kami menghadapi dunia kerja secara nyata. Seluruh rangkaian kegiatan magang memberikan pengalaman yang sangat berarti dalam memperluas wawasan dan pemahaman kami mengenai praktik perbankan syariah secara langsung. Melalui keterlibatan dalam berbagai kegiatan operasional maupun kegiatan pendukung  lainnya,  kami  tidak  hanya  mampu  menghubungkan  teori  yang  diperoleh  di bangku perkuliahan dengan praktik di lapangan, tetapi juga memperoleh pengalaman nyata dalam  memberikan  pelayanan  kepada  nasabah  sesuai  dengan  standar  perbankan  yang berlaku. Selain itu, kegiatan magang ini turut berperan dalam mengembangkan keterampilan komunikasi, meningkatkan kemampuan bekerja sama dalam tim, serta membentuk sikap disiplin dan tanggung jawab dalam lingkungan kerja yang profesional. Dengan demikian, pengalaman magang ini menjadi bekal yang penting bagi kami dalam mempersiapkan diri untuk terjun ke dunia kerja, khususnya di bidang perbankan syariah.

Mahasiswa Akuntansi USK Perkuat Kompetensi Audit Sektor Publik dan Komunikasi Kelembagaan melalui Magang Berdampak di BPK RI Aceh

Banda Aceh – Mahasiswa Program Studi Akuntansi Universitas Syiah Kuala (USK) angkatan

2023 yang terdiri dari Muhammad Arief Rajwanullah, M. Arash Al Faiz, Naurah Qurratun Aini, Stefanie  Deswita Adelina,  Siti  Nasywa  Hafizhah,  dan  Inayatul  Ulya,  tengah  melaksanakan program Magang Berdampak di Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan Aceh. Kegiatan yang berlangsung sejak Februari hingga Juli 2026 ini bertujuan untuk menjembatani teori akuntansi sektor publik dengan praktik nyata di lembaga pemeriksa eksternal negara.

Selama periode magang, fokus kegiatan mahasiswa di Subbagian Humas dan Tata Usaha tidak hanya terpaku pada proyek strategis, tetapi juga mencakup dinamika operasional kantor setiap harinya. Mahasiswa terlibat aktif dalam empat proyek utama, yaitu penyusunan Rencana Strategis (Renstra) Komunikasi Instansi, produksi Video Profil BPK RI Perwakilan Aceh, pengembangan Flipbook Destinasi Aceh, serta penyusunan Standar Operasional Prosedur (SOP) Humas dan Tata Usaha Kepala Perwakilan. Di samping itu, dalam kesehariannya, mereka menjalankan fungsi fasilitasi komunikasi pimpinan, mengelola dokumentasi arus surat masuk dan keluar, serta memastikan kesiapan teknis ruang pertemuan untuk berbagai agenda kedinasan. Kedisiplinan harian dalam mengikuti apel pagi dan koordinasi rutin menjadi sarana bagi mahasiswa untuk mengasah etika kerja profesional dan kemampuan beradaptasi di lingkungan pemerintahan. Keterampilan  ini  diperkuat  dengan  penguasaan  perangkat  lunak  profesional  seperti  Adobe

Premiere Pro, Photoshop, serta kemahiran pengoperasian kamera DSLR/Mirrorless untuk memproduksi konten publikasi yang estetis dan informatif secara konsisten.”

Sementara itu, di Subbagian Keuangan, Siti Nasywa Hafizhah dan Inayatul Ulya memfokuskan kegiatannya pada penguatan administrasi dan pengelolaan keuangan instansi. Mereka terlibat langsung dalam berbagai aktivitas teknis, seperti pengarsipan Surat Perintah Membayar (SPM), pengelolaan dokumen keuangan secara sistematis melalui proses scanning, serta pengurusan administrasi Surat Perintah Perjalanan Dinas (SPPD) untuk mendukung kegiatan operasional seperti penyerahan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP). Aktivitas ini memberikan pemahaman mendalam mengenai prosedur administrasi keuangan negara yang disiplin dan terstruktur.

Secara keseluruhan, pengalaman ini memberikan wawasan langsung mengenai penerapan nilai- nilai fundamental BPK RI, yakni independensi, integritas, dan profesionalisme. Mahasiswa juga memperoleh pemahaman mendalam mengenai tahapan audit sektor publik, mulai dari perencanaan (planning), pelaksanaan lapangan (fieldwork), hingga pelaporan (reporting). Program magang ini merupakan implementasi kurikulum MBKM yang memberikan ekuivalensi sebanyak 20 SKS. Capaian ini diharapkan dapat meningkatkan kesiapan profesional mahasiswa dalam menghadapi dinamika dunia kerja, sekaligus memperkuat sinergi institusional antara Program Studi Akuntansi FEB USK dengan instansi pemerintah dalam menghasilkan lulusan yang kompeten di bidang akuntansi sektor publik.

Pengalaman Berharga Mengikuti Program Magang MBKM di Kanwil Direktorat Jenderal Perbendaharaan provinsi Aceh

Kami (Navisa dan Gilbhatar Al Ghifary) mahasiswa Program Studi S1 Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Syiah Kuala berkesempatan mengikuti program magang Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) di Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Aceh. Program ini menjadi pengalaman yang sangat berharga bagi kami karena memberikan kesempatan untuk belajar secara langsung di lingkungan instansi pemerintah, khususnya dalam bidang pengelolaan keuangan negara. Melalui program ini, kami dapat memahami bagaimana proses kerja profesional diterapkan serta bagaimana koordinasi antarunit dilakukan dalam mendukung pelaksanaan tugas dan pelayanan publik.

Selama melaksanakan magang di Kanwil DJPb Aceh, kami terlibat dalam berbagai kegiatan yang berkaitan dengan administrasi, pengelolaan data, serta pelaporan keuangan pemerintah. Kegiatan yang kami lakukan meliputi monitoring data setoran pajak, pemeliharaan dan pembaruan data pada sistem internal, penyusunan dokumen administrasi, serta penelaahan laporan keuangan pemerintah daerah. Selain itu, kami juga berkesempatan membantu penyusunan media pendukung seperti presentasi struktur organisasi, poster, dan cover laporan sesuai kebutuhan instansi. Pengalaman tersebut memberikan pemahaman baru mengenai pentingnya ketelitian, tanggung jawab, dan kemampuan bekerja secara sistematis dalam dunia kerja profesional.

Selain kegiatan teknis, pengalaman yang paling berkesan bagi kami adalah kesempatan untuk mengikuti berbagai kegiatan bersama mentor dan peserta magang lainnya, seperti rapat internal, diskusi mengenai kebijakan publik, serta kegiatan pengembangan kemampuan komunikasi publik (public communication skill). Melalui kegiatan tersebut, kami tidak hanya memperoleh wawasan baru mengenai tata kelola pemerintahan dan isu kebijakan publik, tetapi juga belajar menyampaikan pendapat, berdiskusi secara profesional, dan bekerja sama dalam lingkungan kerja yang dinamis. Interaksi dengan pegawai dan peserta magang dari berbagai latar belakang juga memberikan pengalaman yang sangat berharga dalam meningkatkan kemampuan komunikasi dan adaptasi. Melalui program magang MBKM ini, kami memperoleh banyak pengalaman dan pembelajaran yang tidak hanya meningkatkan kemampuan teknis di bidang akuntansi pemerintahan, tetapi juga membentuk kesiapan mental dan profesional dalam menghadapi dunia kerja. Pengalaman ini memberikan pemahaman bahwa dunia kerja tidak hanya membutuhkan kemampuan akademik, tetapi juga kemampuan komunikasi, kerja sama, dan tanggung jawab dalam menyelesaikan pekerjaan. Dengan adanya program magang ini, kami menjadi lebih siap untuk menghadapi dunia profesional serta termotivasi untuk terus mengembangkan kompetensi diri di masa mendatang.

Peby Azzahra Murti Lubis mahasiswi Akuntansi Universitas Syiah Kuala mengikuti program Magang Bersertifikat Kampus Merdeka (MBKM) di Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (Kanwil DJKN) Aceh

Saya Peby Azzahra Murti Lubis mahasiswa Akuntansi Universitas Syiah Kuala. Selama lima bulan mengikuti program Magang Bersertifikat Kampus Merdeka (MBKM) di Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (Kanwil DJKN) Aceh, saya mendapatkan kesempatan untuk mendalami dunia pengelolaan asset Negara secara langsung. Saya ditempatkan di divisi lelang, saya terlibat dalam tahapan administrasi dan verifikasi dokumen permohonan lelang dari berbagai satuan kerja masyarakat. Pengalaman ini membuka wawasan saya mengenai peran strategis lelang sebagai instrumen transparansi dan optimalisasi penerimaan Negara, sekaligus memastikan proses penjualan asset berjalan sesuai ketentuan peraturan yang berlaku.

Tugas harian saya tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga mendukung persiapan teknis pelaksanaan lelang. Saya membantu pengecekan kelengkapan berkas, serta input data objek lelang. selain itu, saya mempelajari alur pelaksanaan lelang secara daring melalui Lelang.go.id, sehingga mekanisme penawaran, penetapan pemenang, hingga penyusunan risalah lelang. Keterlibatan ini memberikan pemahaman praktis mengenai pentingnya ketelitian dan akuntabilitas dalam setiap tahapan proses lelang.

Di samping tugas teknis, lingkungan kerja di Kementerian Keuangan Republik Indonesia, khususnya di Direktorat Jenderal Kekayaan Negara, sangat mendukung pengembangan soft skill. Saya dapat melatih kemampuan komunikasi professional, kerjasama tim, serta dapat  manajemen waktu. Budaya kerja yang disiplin dan menjunjung tinggi nilai integritas membuat saya belajar untuk bekerja secara teliti, bertanggung jawab, dan berorientasi pada pelayanan public. Melalui program magang ini, saya memperoleh sertifikat kompetensi yang diakui serta konversi SKS yang selaras dengan kurikulum perkuliahan. Pengalaman di divisi lelang memberikan gambaran nyata mengenai dinamika pelaksanaan lelang di instansi pemerintah sekaligus memperluas relasi professional saya. Magang di Kanwil DJKN Aceh semakin mempertegas minat karir saya di bidang pengelolaan lelang dan pelayanan kekayaan Negara.

PENGALAMAN MAGANG PROGRAM MBKM USK UNGGUL DI KANWIL DJKN ACEH

Saya, Olivia Trinanda Putri, mahasiswa Program Studi Sarjana Akuntansi USK angkatan 2023, sedang mengikuti Program Magang Bersertifikat melalui skema MBKM USK Unggul. Program ini saya laksanakan di Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Kekayaan Negara Aceh. Sebagai instansi vertikal di bawah Kementerian Keuangan, Kanwil DJKN Aceh terdiri dari 6 bidang, yaitu bidang Umum, Pengelolaan Kekayaan Negara  (PKN), Penilaian, Lelang, Kepatuhan Internal Hukum dan Informasi (KIHI), dan Piutang Negara. Saya ditempatkan di bidang Penilaian dimana bidang ini berperan membina penilai pemerintah, menyusun basis data penilaian, dan memberikan layanan advisory untuk menentukan nilai wajar aset secara akuntabel. Program ini berlangsung selama 5 bulan, terhitung sejak 12 Februari hingga 11 Juli 2026 dengan konversi mata kuliah sebesar 20 SKS. Selama masa magang, saya mengikuti aturan dan standar jam kerja yaitu 8 jam mulai pukul 08:00-17:00 WIB.

Selama pelaksanaan magang, saya terlibat secara langsung dalam kegiatan survei  basis data yang mencakup objek penilaian berupa tanah dijual, tanah sewa, sewa gerai ATM, dan sewa kantin pada wilayah Aceh Besar untuk Triwulan I dan II. Dimana, kegiatan survei basis data dilakukan selama 3 hari pada masing-masing triwulan. Sebelum pelaksanaan survei saya bertugas untuk mencari  dan menyusun objek penilaian berupa tanah dijual melalui media sosial instagam @mitarumoh serta menentukan titik koordinat lokasi tanah tersebut menggunakan Google Maps. Pada saat survei berlangsung, saya bertugas sebagai mencatat informasi yang didapatkan selama survei basis data. Selain itu, saya juga bertanggung jawab untuk merekapitulasi dan menilai hasil survei basis data penilaian setelah dilaksanakannya survei basis data. Dalam melakukan penyusunan hasil survei, saya memanfaatkan Google Maps dan Google Earth dalam proses penilaian objek untuk pengukuran objek survei, seperti, luas tanah, lebar jalan, dan jarak ke jalan utama sebagai bagian dari  proses penilaian.

Dalam pengolahan data, saya juga diberikan kesempatan untuk menginput hasil survei ke dalam Sistem Informasi Penilaian (SIP). Sistem ini digunakan khusus oleh DJKN untuk mendigitalisasi dan mempercepat proses penilaian aset, terutama Barang Milik Negara (BMN). Selain itu, saya juga melakukan pengolahan data sewa gerai ATM Bank Aceh dan Bank Syariah Indonesia di provinsi Aceh sebanyak 525 data. Data tersebut kemudian diklasifikasikan menjadi 4  kategori, yaitu berdasarkan kabupaten/kota, masa sewa yang telah jatuh tempo, mendekati jatuh tempo, dan masa sewa yang masih berlaku. Selain itu, saya juga diberikan kesempatan untuk menyusun surat resmi beserta lampiranya melalui aplikasi Satu Kemenkeu terkait permintaan data sewa lahan/ruang untuk penempatan ATM di Provinsi Aceh pada Bank Aceh dan Bank Syariah Indonesia. Kegiatan lainnya meliputi pengolahan data ALCo setiap bulan untuk KPKNL Banda Aceh dan KPKNL Lhokseumawe, pembuatan flowchart alur pengajuan basis data melalui SIP, serta penginputan data untuk perhitungan nilai bangunan dalam laporan penilaian. Melalui berbagai kegiatan tersebut, saya memperoleh pengalaman dan pemahaman tentang proses penilaian BMN serta pengolahan data dalam lingkungan Kementerian Keuangan. Kegiatan magang ini juga memberikan kontribusi dalam pengembangan keterampilan teknis seperti penguasaan Microsoft Excel, analisis data, serta penggunaan aplikasi pendukung seperti Google Maps, Google Earth, dan Sistem Informasi Penilaian. Selain itu, keterampilan non-teknis seperti komunikasi, kerja sama tim, kedisiplinan, dan kemampuan pemecahan masalah juga mengalami peningkatan yang signifikan. Dengan demikian, pengalaman magang ini tidak hanya memperkuat pemahaman akademik, tetapi juga menjadi bekal penting dalam menghadapi dunia kerja profesional.