Cut Annisa Zhafira salah satu Mahasiswi Prodi S1 Akuntansi FEB USK melaksanakan kegiatan magang dalam program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) USK Unggul di Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (Kanwil DJKN) Aceh

Perkenalkan, saya Cut Annisa Zhafira, mahasiswa semester 6 dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Syiah Kuala, yang sedang melaksanakan kegiatan magang dalam program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) USK Unggul di Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Aceh yang berlokasi di Jl. Tgk. Chik Ditiro, Ateuk Pahlawan, Kota Banda Aceh. Kegiatan magang ini berlangsung selama kurang lebih lima bulan, dimulai dari 12 Februari 2026 hingga 11 Juli 2026. Selama pelaksanaan magang, saya ditempatkan di bagian umum dan terlibat dalam berbagai aktivitas administrasi serta kegiatan pendukung lainnya di lingkungan instansi.

            Selama magang, saya banyak mengerjakan tugas yang berkaitan dengan administrasi perkantoran, seperti pengeditan dan penyusunan surat resmi, pembuatan berita acara, penginputan serta pengolahan data menggunakan Microsoft Excel, hingga pengelolaan absensi pegawai. Selain itu, saya juga aktif dalam kegiatan pengarsipan dokumen, baik secara manual maupun digital melalui sistem yang digunakan oleh Kementerian Keuangan. Dalam proses ini, saya melakukan pengecekan, pengelompokan, serta penginputan data arsip ke dalam spreadsheet sesuai dengan klasifikasi yang telah ditentukan, termasuk dalam kegiatan persiapan pemusnahan arsip.

            Tidak hanya itu, saya juga berkesempatan terlibat langsung dalam kegiatan instansi, salah satunya adalah kegiatan Visit DJKN Aceh 2026 dan peringatan Hari Kartini. Dalam kegiatan tersebut, saya turut membantu jalannya acara, mulai dari mendukung kelancaran rangkaian kegiatan hingga memastikan setiap sesi berjalan dengan lancar. engalaman ini memberikan saya pembelajaran berharga dalam hal komunikasi, koordinasi tim, serta kemampuan adaptasi dalam berbagai situasi.             Melalui seluruh rangkaian kegiatan magang ini, saya memperoleh banyak pengalaman dan pembelajaran, terutama dalam meningkatkan ketelitian, kedisiplinan, tanggung jawab, serta kemampuan bekerja secara terarah dan terstruktur dengan baik. Selain itu, saya juga menjadi lebih memahami bagaimana proses administrasi dan pengelolaan dokumen dilakukan di lingkungan instansi pemerintah. Pengalaman ini menjadi bekal yang sangat bermanfaat bagi saya untuk menghadapi dunia kerja di masa yang akan datang.

Pengalaman Magang salah satu Mahasiswi Prodi S1 Akuntansi FEB USK di Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (Kanwil DJKN) Aceh melalui program MBKM USK

Perkenalkan, saya Siti Nadlirah, mahasiswi aktif semester VI Program Studi Akuntansi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Syiah Kuala. Saya mengikuti program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) melalui kegiatan magang di Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (Kanwil DJKN) Aceh, dan ditempatkan pada Bagian Kepatuhan Internal, Hukum, dan Informasi (KIHI). Kegiatan ini memberikan kesempatan bagi saya untuk memperoleh pengalaman langsung dalam memahami dunia kerja serta menghubungkan pengetahuan teoritis dengan praktik di lingkungan profesional.

Selama pelaksanaan magang, saya berfokus pada kegiatan yang berkaitan dengan pengelolaan informasi melalui media visual. Saya terlibat dalam pembuatan berbagai desain, seperti feed Instagram, flyer, cover YouTube, serta konten reels. Selain itu, saya juga turut berkontribusi dalam proses pembuatan konten yang bertujuan untuk mendukung penyampaian informasi secara lebih menarik dan efektif, serta tetap terlibat dalam kegiatan administratif seperti pengelolaan arsip dan penyusunan dokumen.

Saya juga berpartisipasi dalam kegiatan peringatan Hari Kartini, salah satunya dengan mendesain stiker dan sertifikat menggunakan aplikasi Canva. Selain itu, saya berkesempatan mengikuti kegiatan visit DJKN yang menghadirkan mahasiswa Ekonomi Pembangunan dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis USK. Melalui kegiatan tersebut, saya memperoleh wawasan tambahan mengenai peran dan fungsi DJKN, khususnya dalam pengelolaan aset negara serta pemahaman mengenai pasar keuangan. Melalui kegiatan magang ini, saya tidak hanya meningkatkan keterampilan teknis, tetapi juga mengembangkan soft skills seperti komunikasi, kerja sama tim, dan kedisiplinan. Secara keseluruhan, pengalaman ini memberikan manfaat yang sangat berarti sebagai bekal dalam menghadapi dunia kerja di masa yang akan datang.

KEGIATAN MBKM PADA PT TELKOM INDONESIA TBK WITEL ACEH

Selama pelaksanaan kegiatan magang di PT Telkom Indonesia Tbk Witel Aceh, kami memperoleh berbagai pengalaman dan pengetahuan  yang  sangat  bermanfaat,  baik  pada unit Business, Government & Enterprise (BGES) maupun Payment Collection (Paycoll). Kegiatan ini memberikan kesempatan untuk memahami secara langsung bagaimana proses operasional perusahaan berjalan, khususnya dalam pengelolaan layanan pelanggan serta administrasi penagihan. Selain itu, pengalaman ini juga membantu kami dalam mengaitkan teori yang diperoleh selama perkuliahan dengan praktik nyata di dunia kerja.

Dalam pelaksanaannya, kami terlibat dalam berbagai aktivitas operasional sesuai dengan pembagian tugas pada masing-masing unit. Pada unit BGES, kegiatan yang dilakukan meliputi perapian dan monitoring data order yang belum completed, verifikasi data pelanggan, serta assign Point of Interest (POI) untuk mendukung aktivitas tim sales. Sementara itu, pada unit Paycoll, kami terlibat dalam proses pengecekan dan pengelolaan tagihan pelanggan, termasuk monitoring pembayaran serta tindak lanjut terhadap pelanggan yang memiliki tunggakan. Kegiatan-kegiatan tersebut menuntut ketelitian, tanggung jawab, serta kemampuan dalam bekerja secara sistematis.

Selain itu, kami juga memperoleh pengalaman dalam penggunaan berbagai sistem informasi yang terintegrasi, seperti Starclick, i-Payment, dan Indibiz Champ yang diakses melalui jaringan Global Protect. Melalui sistem tersebut, kami melakukan pengecekan data layanan, memahami komponen tagihan seperti abonemen, Pajak Pertambahan Nilai (PPN), dan denda, serta melakukan rekapitulasi data sebagai bagian dari proses administrasi. Hal ini memberikan pemahaman yang lebih mendalam mengenai keterkaitan antara aktivitas operasional perusahaan dengan aspek keuangan, khususnya dalam pengelolaan piutang dan kelancaran arus kas.

Selain pengalaman teknis, kegiatan magang ini juga memberikan pembelajaran dalam hal sikap profesional dan kemampuan interpersonal. Kami belajar untuk beradaptasi dengan lingkungan kerja, membangun komunikasi yang efektif dengan rekan kerja maupun pelanggan, serta menjaga etika dan tanggung jawab dalam setiap tugas yang diberikan. Dengan demikian,

kegiatan magang ini tidak hanya menjadi sarana untuk memperoleh pengalaman kerja, tetapi juga sebagai bekal penting dalam mempersiapkan diri menghadapi dunia kerja serta meningkatkan kompetensi sebagai calon tenaga profesional di masa mendatang.

Zuhratul Magfirah salah satu mahasiswi Program Studi Akuntansi FEB Universitas Syiah Kuala masuk TOP 5 Duta Baca USK 2026

Saya, Zuhratul Magfirah, mahasiswa Program Studi Akuntansi Universitas Syiah Kuala merasa terhormat dapat menjadi bagian dari Duta Baca USK 2026. Bagi saya, perjalanan ini bukan hanya tentang sebuah pencapaian, tetapi tentang bagaimana saya menemukan makna baru dari literasi itu sendiri.

Selama ini, literasi sering dipahami sebatas aktivitas membaca. Namun, melalui pengalaman ini, saya mulai melihat literasi sebagai proses yang lebih luas, bagaimana sebuah gagasan terbentuk, dipertanyakan, lalu dikembangkan menjadi sesuatu yang memiliki nilai dan dampak. Dari sini, saya belajar bahwa literasi hidup dalam setiap diskusi, setiap ide yang disampaikan, dan setiap keberanian untuk berpikir berbeda.

Lingkungan yang saya temui selama perjalanan ini juga memberikan kesan yang mendalam. Bertemu dengan individu-individu yang memiliki semangat yang sama membuat saya semakin yakin bahwa literasi bukanlah perjalanan yang dilakukan sendiri, melainkan sesuatu yang tumbuh melalui kebersamaan, kolaborasi, dan ruang yang saling mendukung. Amanah sebagai Top 5 Duta Baca USK 2026 saya maknai sebagai tanggung jawab untuk ikut menghidupkan semangat tersebut. Saya ingin berkontribusi dalam menciptakan ruang di mana mahasiswa merasa bahwa literasi bukanlah kewajiban, melainkan sebagai kebutuhan dan bagian dari kehidupan sehari-hari. Saya percaya bahwa perubahan besar selalu berawal dari langkah-langkah kecil. Dan melalui peran ini, saya ingin menjadi bagian dari langkah tersebut, untuk mendorong lahirnya lebih banyak gagasan, diskusi, dan karya di lingkungan Universitas Syiah Kuala.

M. Arash Al Faiz salah satu Mahasiswa Program Studi Akuntansi FEB Universitas Syiah Kuala meraih sebagai Wakil 1 Duta Baca USK 2026

Saya, M. Arash Al Faiz, mahasiswa Program Studi Akuntansi Universitas Syiah Kuala, bersyukur atas kesempatan dan kepercayaan yang diberikan kepada saya sebagai Wakil 1 Duta Baca USK 2026. Perjalanan ini dimulai dari rangkaian seleksi yang tidak hanya menantang, tetapi juga memberikan banyak pembelajaran. Mulai dari tahap karantina, pembekalan, hingga sesi presentasi dan tanya jawab, saya dilatih untuk mampu berpikir kritis, menyampaikan gagasan secara terstruktur, serta membangun kepercayaan diri di hadapan publik.

Dalam proses tersebut, saya semakin memahami bahwa literasi tidak hanya sebatas membaca. Lebih dari itu, literasi adalah bagaimana kita mengolah pengetahuan melalui diskusi, menuangkannya dalam tulisan, serta mewujudkannya dalam karya nyata. Pengalaman ini membuka cara pandang saya bahwa literasi harus menjadi aktivitas yang hidup dan berkelanjutan di lingkungan kampus.

Selain itu, saya juga mendapatkan kesempatan untuk bertemu dan berdiskusi dengan peserta lain yang memiliki semangat yang sama dalam mengembangkan budaya literasi. Interaksi tersebut memberikan saya perspektif baru tentang pentingnya membangun ekosistem literasi yang aktif, inklusif, dan kolaboratif.

Kepercayaan sebagai Wakil 1 Duta Baca USK 2026 menjadi motivasi bagi saya untuk terus berkontribusi dalam mengajak mahasiswa agar tidak hanya membaca, tetapi juga aktif berdiskusi, menulis, dan berkarya. Saya berharap langkah kecil ini dapat menjadi bagian dari upaya bersama dalam menciptakan budaya literasi yang lebih hidup di Universitas Syiah Kuala.

Dokumentasi Wakil 1 Duta Baca USK 2026

Kunjungan Edukatif ke Bank Negara Malaysia Museum and Art Gallery dalam Program Student Exchange

Banda Aceh – Sebanyak 11 mahasiswa Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Syiah Kuala mengikuti program Student Exchange Outbound ke Universiti Kebangsaan Malaysia pada 30 Maret hingga 12 April 2026 di Malaysia. Program ini bertujuan untuk memperkuat wawasan akademik mahasiswa, khususnya  dalam  memahami dinamika ekonomi  dan  sistem  keuangan  secara global. Sebagai  bagian  dari  rangkaian  kegiatan mahasiswa     melaksanakan kunjungan edukatif ke Bank Negara Malaysia Museum and Art Gallery. Kunjungan ini memberikan gambaran langsung mengenai peran sistem keuangan serta kebijakan moneter dalam menjaga stabilitas ekonomi.

Museum  ini  terdiri  dari  beberapa  level dengan tema galeri yang berbeda sehingga  membentuk  alur  pembelajaran yang terstruktur. Melalui Economics Gallery, mahasiswa memahami mekanisme dasar perekonomian, termasuk peran inflasi, permintaan, dan penawaran dalam aktivitas ekonomi.

Selain itu, Numismatics Gallery memperlihatkan perkembangan mata uang dari masa ke masa sebagai cerminan kondisi ekonomi dan kebijakan moneter, sementara Islamic Finance Gallery memperkenalkan prinsip keuangan syariah sebagai bagian dari sistem keuangan global. Berbagai instalasi interaktif di setiap galeri turut membantu mahasiswa memahami konsep ekonomi secara lebih aplikatif.

Kegiatan ini juga diikuti oleh salah satu kelompok mahasiswa yang terdiri dari Faiz Akbar Husaini,  Dinda  Adizti  Susiswo,  Sitti  Tursina  Afifah  Hawari, dan Siti Kyeira Najla yang dibimbing  langsung  oleh  Dr.  Ratna Mulyany, BrAcc (Hons), MScAcc. Dalam pelaksanaannya, kelompok ini aktif mengikuti seluruh rangkaian kegiatan serta mengeksplorasi setiap galeri yang tersedia.

Salah satu peserta, Faiz Akbar Husaini, menyampaikan bahwa kunjungan ini memberikan pengalaman  belajar  yang  berbeda.  “Melalui kunjungan ini, kami bisa melihat langsung bagaimana  konsep  ekonomi  diterapkan  secara  nyata,  sehingga lebih mudah dipahami dibandingkan hanya melalui teori di kelas,” ujarnya. Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan mampu mengaitkan teori dengan praktik serta memperluas perspektif dalam memahami sistem ekonomi secara lebih komprehensif.

Telusuri Jejak Akademik Global: Mahasiswa Akuntansi Universitas Syiah Kuala Jelajahi Warisan Intelektual Universiti Kebangsaan Malaysia

Banda Aceh – Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Syiah Kuala (USK) telah sukses melaksanakan kegiatan Student Exchange Outbound ke Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM) melalui program Enhancing Quality Education for International University Impacts and Recognition Times Higher Education Impact Rankings.

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya peningkatan kualitas pendidikan bertaraf internasional serta penguatan rekognisi global institusi. Sebanyak 11 mahasiswa turut serta dalam program tersebut sebagai representasi mahasiswa dalam pengembangan pengalaman akademik di tingkat internasional.

Dalam rangkaian kegiatan tersebut, mahasiswa dari International Accounting Program FEB USK berkesempatan mengunjungi Muzium Warisan Akademik UKM yang berlokasi di kawasan Canselori UKM. Kunjungan ini didampingi oleh rekan-rekan dari Persatuan Mahasiswa   UKM   (PM   UKM)   dan   menjadi   salah   satu   agenda   penting   dalam memperkenalkan sejarah, nilai-nilai, serta perkembangan institusi UKM kepada mahasiswa internasional.

Dalam kunjungan tersebut, mahasiswa mendapatkan pemaparan komprehensif mengenai sejarah berdirinya UKM, nilai-nilai dasar institusi, serta perkembangan akademik yang telah dicapai hingga saat ini. Muzium Warisan Akademik UKM berperan sebagai pusat dokumentasi yang menyajikan perjalanan panjang UKM sebagai salah satu institusi pendidikan tinggi terkemuka di Malaysia. Berbagai koleksi arsip, foto, dan dokumentasi historis memberikan gambaran yang mendalam mengenai transformasi UKM dalam bidang pendidikan, penelitian, dan kontribusinya terhadap masyarakat.

Kegiatan ini juga menghadirkan pengalaman belajar yang interaktif. Mahasiswa FEB USK berkesempatan untuk berinteraksi langsung dengan mahasiswa UKM melalui sesi diskusi yang berlangsung dinamis. Dalam sesi tersebut, mahasiswa saling bertukar pandangan terkait sistem pendidikan, metode pembelajaran, budaya akademik, serta keterlibatan dalam organisasi kemahasiswaan di masing-masing universitas.

Diskusi ini turut membuka wawasan mahasiswa mengenai perbedaan dan persamaan dalam praktik pendidikan tinggi di Indonesia dan Malaysia. Selain itu, interaksi lintas budaya yang terjadi selama kegiatan berlangsung memberikan pengalaman berharga dalam meningkatkan kemampuan komunikasi, adaptasi, serta kerja sama dalam lingkungan internasional.

Di antara 11 mahasiswa yang mengikuti program ini, terdapat kelompok mahasiswa yang berada di bawah bimbingan Prof. Dr. Heru Fahlevi, SE, M.Sc., Ak., CA, yaitu Nabila Al Karimah, Dinda Yumna Nursyadrina, Yasmin Afifi, dan Syafura La Djuna. Kehadiran mahasiswa tersebut menjadi bagian dari komitmen FEB USK dalam mendorong mahasiswa untuk aktif memperoleh pengalaman akademik global yang relevan dengan perkembangan dunia pendidikan saat ini.

Prof. Dr. Heru Fahlevi, SE, M.Sc., Ak., CA menyampaikan bahwa kegiatan ini memiliki peran strategis dalam membentuk karakter mahasiswa yang tidak hanya unggul secara akademik,  tetapi  juga  memiliki  perspektif  global.  Menurut beliau, keterlibatan langsung dalam lingkungan akademik internasional menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di bidang akuntansi.

“Program seperti ini menjadi langkah penting dalam mempersiapkan mahasiswa untuk menghadapi tantangan global. Interaksi lintas budaya dan pengalaman akademik internasional akan memperkaya cara pandang serta meningkatkan kompetensi mahasiswa,” ujarnya.

Melalui kunjungan ini, mahasiswa diharapkan tidak hanya memperoleh pengetahuan baru mengenai sejarah dan perkembangan institusi pendidikan tinggi di tingkat internasional, tetapi juga mampu menginternalisasi nilai-nilai pembelajaran yang diperoleh. Pengalaman tersebut diharapkan dapat menjadi bekal dalam pengembangan diri, baik dari segi akademik maupun profesional. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya memperkuat hubungan akademik antara FEB USK dan UKM, serta membuka peluang kolaborasi yang lebih luas di masa mendatang. Dengan adanya program student exchange seperti ini, mahasiswa diharapkan semakin siap untuk berkontribusi dalam menghadapi dinamika global, khususnya di bidang akuntansi dan pendidikan tinggi.

Mahasiswa FEB USK Laksanakan Kunjungan Ilmiah ke PPZ-MAIWP Malaysia dalam Program Student Exchange

Banda Aceh – Mahasiswa Departemen Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Syiah Kuala (FEB USK) yang tergabung dalam program student exchange melaksanakan kunjungan ilmiah ke Pusat Pungutan Zakat-Majlis Agama Islam Wilayah Persekutuan (MAIWP) pada Kamis (9/4).

Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian pembelajaran mahasiswa selama mengikuti program pertukaran pelajar di Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM). Sebanyak 22 mahasiswa dari bidang Ekonomi Islam dan Akuntansi turut berpartisipasi dalam kunjungan tersebut.

Delegasi   mahasiswa   disambut  oleh  Pengurus  Kanan  Unit  Akademi  Zakat  (AZKA) PPZ-MAIWP, Dr Muhsin Nor Paizin. Dalam sesi pemaparan, mahasiswa memperoleh penjelasan  komprehensif  terkait  pengelolaan  zakat  di  Malaysia,  mulai dari mekanisme penghimpunan hingga tata kelola institusi zakat secara profesional.

Tidak  hanya  menerima  pemaparan  materi,  kegiatan  ini  juga  diisi  dengan  sesi diskusi interaktif.  Mahasiswa  secara  aktif  mengajukan  pertanyaan  kepada  para  pemateri  dari instansi terkait, sehingga tercipta dialog dua arah yang memperdalam pemahaman terhadap praktik pengelolaan zakat.

Dalam sesi tersebut, turut dibahas perbedaan praktik pengelolaan zakat antara Malaysia dan Indonesia, termasuk dalam aspek pembagian wilayah pengelolaan zakat, sistem pungutan, serta mekanisme distribusi kepada mustahik. Selain itu, mahasiswa juga memperoleh pemahaman mengenai tata cara penentuan kelayakan penerima zakat, yang didasarkan pada analisis penghasilan dan kondisi ekonomi keluarga.

Kunjungan ini bertujuan untuk meningkatkan literasi zakat mahasiswa melalui pemahaman langsung terhadap praktik pengelolaan zakat di tingkat internasional. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk memperluas wawasan mahasiswa mengenai implementasi keuangan Islam yang terintegrasi dan berbasis tata kelola yang baik.

Pihak Akademi Zakat (AZKA-PPZ) menyampaikan apresiasi atas kunjungan yang dilakukan oleh mahasiswa FEB USK dan berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan guna memperkuat sinergi antara institusi pendidikan dan lembaga pengelola zakat. Melalui kegiatan ini, diharapkan mahasiswa FEB USK dapat mengembangkan perspektif global serta berkontribusi dalam penguatan pengelolaan zakat dan keuangan Islam, baik di tingkat nasional maupun internasional.