Banda Aceh, 18 Oktober 2025 – Pekan Ilmiah Akuntansi PIA XXVIII resmi dibuka pada Sabtu 18 Oktober 2025 di Auditorium FMIPA Universitas Syiah Kuala. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Akuntansi (HIMAKA) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Syiah Kuala dan mengangkat tema “Accounting in the Digital Economy: Navigating Fintech, Crypto Assets, and ESG for a Sustainable and Accountable Future”. Kegiatan akan berlangsung selama enam hari dari tanggal 18 sampai 23 Oktober 2025.
Pembukaan berlangsung khidmat dan hangat. Rangkaian acara dimulai dengan penampilan tari Ranup Lampuan dari Sanggar SMAN 3 Banda Aceh. Dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al Quran, serta nyanyian Lagu Indonesia Raya dan Hymne Aceh. Acara dipandu oleh MC M. Arash Al Faiz dan Hafizha Latisya Hidayat.
Dalam laporannya Ketua Panitia Muhammad Zhaki menyampaikan bahwa PIA XXVIII hadir sebagai wadah bagi mahasiswa untuk memahami dan merespons perubahan cepat di bidang akuntansi akibat perkembangan teknologi dan inovasi keuangan.
“Kami berharap rangkaian kegiatan ini mendorong mahasiswa untuk berinovasi dan memahami implikasi teknologi terhadap praktik akuntansi,” ujar Zhaki.
Sambutan disampaikan oleh Prof Dr Heru Fahlevi SE MSc selaku Kepala Departemen Akuntansi FEB USK yang mendorong mahasiswa untuk terus berinovasi. Beliau juga menyampaikan bahwa pada tahun ini HIMAKA berhasil menarik perhatian sponsor tingkat nasional dan memperkenalkan program baru terkait Big Data Analytics.
Dr Drs H Yusrizal MSi selaku Kepala Biro Keistimewaan Aceh dan Kesejahteraan Rakyat Setda Aceh hadir mewakili Gubernur Aceh. Dalam sambutannya Yusrizal menyatakan bahwa tema kegiatan sangat relevan dengan tantangan saat ini dan menekankan pentingnya forum ilmiah untuk menyiapkan generasi muda menghadapi era digital.
Prosesi pembukaan secara resmi ditandai oleh pemukulan rapa’i secara bersama oleh Prof Dr Abdul Jamal SE MSi selaku Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan Alumni dan Kemitraan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Syiah Kuala bersama para tamu undangan dan perwakilan institusi yang hadir. Acara dilanjutkan dengan foto bersama dan doa penutup.
Setelah prosesi pembukaan selesai, kegiatan dilanjutkan Seminar Nasional dengan tema “Digital Transformation Financial Reporting: Blockchain Technology and Regulation”.
Seminar dimoderatori oleh Dr Zuraida SE MBA PhD, dan menampilkan keynote dalam bentuk video dari H Teuku Riefky Harsya MT selaku Menteri selaku Menteri Ekonomi Kreatif Republik Indonesia. Dalam videonya, beliau menyampaikan bahwa “Blockchain membuka acuan baru untuk menciptakan sistem yang lebih transparan”. Beliau juga menegaskan bahwa Badan Ekonomi Kreatif berkomitmen mendorong pemanfaatan teknologi untuk meningkatkan daya saing nasional dan mendorong pertumbuhan ekonomi. Lebih lanjut ia menilai bahwa minat pada keuangan digital dapat mendukung pengembangan ekonomi kreatif di Aceh.
Pemateri lain yang tampil adalah perwakilan Direktorat Pengaturan dan Standar Akuntansi Pasar Modal OJK yaitu Andhika Satriadi Putra selaku Asisten Direktur dan Ni Kadek Riana Mustika Dewi selaku Asisten Manajer, serta Prof Dr Ir Roslidar ST MSc selalu Guru Besar Departemen Teknik Elektro Dan Computer Fakultas Teknik Universitas Syiah Kuala.
Beberapa poin penting yang dibahas dalam seminar meliputi pentingnya regulasi dan perlindungan investor dalam pengembangan produk keuangan digital, pemanfaatan XBRL dan GenAI untuk pengawasan pasar modal, serta kebutuhan analisis substantif dalam pengakuan aset kripto. Pembicara juga menyoroti manfaat otomasi dan kecerdasan buatan untuk efisiensi dan deteksi kecurangan sekaligus menegaskan perlunya peningkatan keterampilan dan penguatan keamanan data
Sesi tanya jawab berlangsung interaktif dan membahas isu pengukuran nilai wajar aset kripto, perlindungan data, dan peran otoritas dalam menjaga stabilitas pasar digital. Pembukaan dan seminar hari ini dihadiri oleh sekitar 250 peserta.
PIA XXVIII tampil sebagai platform penting yang mempertemukan mahasiswa akademisi dan praktisi untuk bertukar gagasan memperkuat kompetensi dan menjajaki kolaborasi yang relevan dengan tantangan transformasi digital dalam akuntansi.
HIMAKA FEB USK berharap hasil diskusi dan rekomendasi dari kegiatan ini dapat berkontribusi pada pengembangan kebijakan praktik profesional dan literasi keuangan di tingkat lokal dan nasional.





















