Skip to content

Tim Mahasiswa Akuntansi USK Raih Juara III Poster Competition U-DARE 4.0 melalui Inovasi MITIGARA

MITIGARA01

Banda Aceh – Tim mahasiswa Universitas Syiah Kuala (USK) yang mengusung nama “Menang dengan Gaya” berhasil meraih Juara III dalam kategori Poster Competition pada ajang USK Global Award on Disaster and Resilience (UDARE) 4.0. Prestasi ini diraih melalui gagasan inovatif bertajuk MITIGARA (Mitigation through Awareness and Action): Integrated Village Control Kit to Bridge the Warning-to-Action Gap in Aceh, yang berfokus pada penguatan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana.

Tim ini terdiri atas Adinda Fitriani sebagai ketua dan Khansa Humaira dari Program Studi International Accounting, serta Westindo Lie dari Program Studi Teknik Komputer. Ketiganya merupakan mahasiswa angkatan 2024 yang mendapatkan bimbingan dari Intan Farhana, S.E., M.Com., dosen Departemen Akuntansi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) USK.

MITIGARA mengusung pendekatan terintegrasi berbasis village Control Kit atau perangkat kendali tingkat desa yang ditempatkan di kantor desa atau pos kebencanaan. Perangkat ini dirancang untuk memuat kontak rumah tangga, templat pesan berdasarkan jenis ancaman, peta evakuasi berkode, rekaman pengumuman, panduan operator, serta sumber daya listrik cadangan. Melalui konsep tersebut, informasi peringatan diharapkan dapat diterjemahkan menjadi instruksi yang spesifik, mudah dipahami, dan dapat segera ditindaklanjuti oleh masyarakat.

Dalam penerapannya, MITIGARA mengintegrasikan penyampaian informasi melalui berbagai saluran komunikasi, seperti SMS, pengeras suara masjid dan komunitas, sirene, radio, penanda visual, serta relawan terlatih. Pendekatan multisaluran ini dirancang agar masyarakat tidak bergantung pada satu teknologi atau institusi saja. Protokol yang diusulkan juga membedakan respons berdasarkan karakteristik ancaman. Pada risiko tsunami, misalnya, guncangan gempa yang kuat atau berlangsung lama di wilayah pesisir menjadi pemicu untuk segera melakukan evakuasi mandiri tanpa menunggu konfirmasi elektronik. Sementara itu, untuk potensi banjir bandang, peringatan resmi yang telah diverifikasi digunakan untuk menyampaikan zona terdampak, jalur aman, dan tempat pengungsian.

Selain memanfaatkan pendekatan teknologi dan koordinasi komunikasi, MITIGARA mengangkat nilai kearifan lokal Aceh melalui konsep Ie Beuna, ungkapan dalam tradisi lisan Aceh yang berkaitan dengan gelombang laut besar dan diwariskan sebagai bagian dari ingatan kolektif masyarakat mengenai bencana tsunami. Gagasan ini menekankan bahwa pengetahuan kebencanaan perlu terus dipahami, diingat, dan dihubungkan dengan tindakan nyata lintas generasi. Melalui pemetaan jalur evakuasi, edukasi berulang, simulasi kebencanaan, dan penyampaian instruksi yang konsisten, MITIGARA menempatkan masyarakat sebagai bagian penting dalam membangun budaya kesiapsiagaan.

Keberhasilan meraih Juara III Poster Competition U-DARE 4.0 menjadi pencapaian yang membanggakan bagi tim “Menang dengan Gaya”. Prestasi ini sekaligus menjadi kesempatan untuk memperkenalkan gagasan yang mengintegrasikan komunikasi risiko, kesiapsiagaan masyarakat, dan kearifan lokal dalam menghadapi ancaman bencana. MITIGARA dikembangkan sebagai konsep yang diharapkan dapat menjadi dasar bagi pengembangan pendekatan kesiapsiagaan bencana yang lebih terkoordinasi, mudah dipahami, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat di tingkat desa.