Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis USK Raih Juara III International Educational Essay pada FAKIP 6 International Edufair 2025

Banda Aceh — Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Syiah Kuala (FEB USK). Di bawah bimbingan dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Syiah Kuala, Ibu Rahmawaty, S.E., M.Si.Ak., CA, QGIA, prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Syiah Kuala (FEB USK). Tim mahasiswa FEB USK berhasil meraih Juara III pada cabang International Educational Essay Competition dalam ajang FAKIP 6 International Edufair 2025.

Tim tersebut diketuai oleh Nabila Al Karimah, dengan anggota Syafura La Djuna, Yasmin Afifi, dan Lathifah Khansa. Kompetisi ini diselenggarakan oleh Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Syiah Kuala dan diikuti oleh peserta dari berbagai perguruan tinggi, baik nasional maupun internasional.

Dalam kompetisi ini, tim mahasiswa FEB USK mengangkat karya ilmiah berjudul “Bridging the Gap: Sustainability Reporting Lab as a Pathway to Climate-Responsive Accounting Education”. Esai tersebut membahas inovasi pendidikan akuntansi melalui pengembangan Sustainability Reporting Lab sebagai sarana pembelajaran berbasis praktik yang mampu menjembatani kesenjangan antara teori akademik dan kebutuhan industri, khususnya dalam menghadapi isu perubahan iklim dan tuntutan pelaporan keberlanjutan (ESG).

Melalui gagasan yang diusung, Nabila Al Karimah bersama tim menekankan bahwa peran akuntansi tidak lagi terbatas pada pencatatan keuangan, tetapi juga harus berkontribusi aktif dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Konsep yang ditawarkan dinilai relevan dengan perkembangan regulasi, standar global, serta kebutuhan dunia usaha akan sumber daya manusia yang kompeten dan responsif terhadap isu keberlanjutan.

Capaian ini menjadi bukti kualitas dan daya saing mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Syiah Kuala di tingkat internasional. Prestasi tersebut diharapkan dapat menjadi inspirasi dan motivasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus berinovasi serta aktif berpartisipasi dalam berbagai ajang akademik, baik nasional maupun internasional.

IAI Wilayah Aceh dan Program Studi S1 Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Syiah Kuala melaksanakan kegiatan penyerahan bantuan kepada mahasiswa yang terdampak bencana banjir dan longsor hidrometeorologi di berbagai wilayah Aceh

IAI Wilayah Aceh dan Program Studi S1 Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Syiah Kuala melaksanakan kegiatan penyerahan bantuan kepada mahasiswa yang terdampak bencana banjir dan longsor hidrometeorologi di berbagai wilayah Aceh. Bantuan tersebut merupakan bagian dari program donasi Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) Wilayah Aceh sebagai tindak lanjut hasil Rapat Kerja IAI Wilayah Aceh pada 20 Desember 2025, yang salah satunya mengamanahkan penyaluran dana donasi untuk mahasiswa Program Studi Akuntansi di perguruan tinggi yang terdampak. Kegiatan penyerahan berlangsung pada hari Jum’at, 23 Januari 2026 bertempat di ruang Ketua Program Studi Akuntansi FEB USK.

Dalam agenda tersebut, Ketua Program Studi Akuntansi FEB USK menyerahkan bantuan secara simbolis kepada mahasiswa penerima yang telah terdata berdasarkan tingkat dampak bencana. Mekanisme pendataan dilakukan sebelumnya oleh Program Studi dengan mengikuti arahan IAI Wilayah Aceh, termasuk proses verifikasi dan pengelompokan prioritas agar bantuan tersalurkan secara tepat sasaran kepada mahasiswa yang paling membutuhkan. Bantuan berupa dukungan finansial ini bertujuan membantu pemulihan kondisi mahasiswa sehingga mereka dapat kembali fokus menjalankan kegiatan akademik.

IAI Wilayah Aceh mengapresiasi langkah cepat Program Studi Akuntansi FEB USK dalam mendata dan menyalurkan bantuan kepada mahasiswa terdampak. Kerja sama antara perguruan tinggi dan organisasi profesi akuntan ini diharapkan dapat memperkuat solidaritas serta menghadirkan dampak nyata bagi komunitas akademik, khususnya di tengah situasi bencana yang terjadi di Provinsi Aceh.

Melalui kegiatan ini, Program Studi Akuntansi FEB USK menyampaikan bahwa penyaluran bantuan tidak hanya berfungsi sebagai bentuk kepedulian sosial, tetapi juga sebagai wujud komitmen institusi dalam memastikan keberlanjutan pendidikan mahasiswa meskipun berada dalam situasi darurat. Program Studi juga membuka kemungkinan koordinasi lanjutan dengan IAI Wilayah Aceh untuk mendukung agenda sosial dan profesional yang relevan bagi mahasiswa di masa mendatang.

FEB Unimal, IAI Aceh dan FEB USK Salurkan Bantuan dan Aksi Bersih di Reuleut Timu

Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Malikussaleh bersama Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) Wilayah Aceh dan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Syiah Kuala menyalurkan bantuan donasi kepada mahasiswa berdampak dan lakukan aksi bersih meunasah di Gampong Reuleut Timu, Kabupaten Aceh Utara, Kamis (15/1/2026).

Dr Fazli Syam selaku Ketua IAI wilayah Aceh menyampaikan bahwa donasi yang disalurkan merupakan hasil penggalangan dana oleh Ikatan Akuntan Indonesia secara nasional yang kemudian disalurkan melalui IAI Wilayah Aceh. 

“Bantuan tersebut diberikan kepada mahasiswa yang terdampak banjir serta masyarakat sekitar yang mengalami kerusakan fasilitas ibadah akibat bencana alam,” terangnya.

Ia juga mengatakan bentuk bantuan yang disalurkan berupa bantuan biaya hidup dalam bentuk uang tunai bagi mahasiswa terdampak banjir, serta bantuan perlengkapan meunasah. “Bantuan untuk menasah meliputi sajadah, mukena, sarung, Al-Qur’an, alat kebersihan, serta perlengkapan pendukung lainnya guna mendukung pemulihan fungsi tempat ibadah,” jelasnya.

“Melalui bantuan biaya hidup dan perlengkapan menasah ini, kami berharap dapat meringankan beban mahasiswa yang terdampak serta membantu masyarakat dalam memulihkan aktivitas ibadah dan sosial pascabanjir,” ujarnya.

Selain penyaluran bantuan, kegiatan juga diisi dengan aksi gotong royong membersihkan meunasah yang terdampak banjir. “Pembersihan dilakukan secara bersama-sama oleh perwakilan IAI Aceh, dosen, serta mahasiswa FEB USK dan FEB Unimal sebagai bagian dari upaya percepatan pemulihan lingkungan dan fasilitas ibadah,” tambah Fazli.

Dekan FEB Unimal, Julimursyida PhD, menyampaikan apresiasi atas kolaborasi yang terjalin antara IAI Aceh dan perguruan tinggi dalam kegiatan kemanusiaan tersebut. Ia menegaskan bahwa keterlibatan civitas akademika dalam aksi sosial merupakan bagian dari implementasi nilai tridarma perguruan tinggi.

“Kami dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis sangat mengapresiasi sinergi ini. Kegiatan ini tidak hanya memberikan bantuan secara material, tetapi juga menumbuhkan rasa empati, solidaritas, dan kepedulian sosial di kalangan dosen dan mahasiswa terhadap masyarakat yang terdampak bencana,” ungkapnya.

“Kolaborasi ini diharapkan dapat memperkuat sinergi antara organisasi profesi dan perguruan tinggi dalam pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat, sekaligus menjadi bentuk respons cepat dan nyata terhadap kondisi darurat kebencanaan di Aceh,” tutupnya.(*)



Artikel ini telah tayang di SerambiNews.com dengan judul FEB Unimal, IAI Aceh dan FEB USK Salurkan Bantuan dan Aksi Bersih di Reuleut Timu, https://aceh.tribunnews.com/nanggroe/1007769/feb-unimal-iai-aceh-dan-feb-usk-salurkan-bantuan-dan-aksi-bersih-di-reuleut-timu#google_vignette.
Penulis: Zaki Mubarak | Editor: IKL

Kolaborasi Lintas Bidang Antar Mahasiswa Antar Bidang Hasilkan Juara 2 di ACC Next Gen Leaders 2.0

Tim Artha berhasil menorehkan prestasi dengan meraih Juara 2 dalam kompetisi ACC Next Gen Leaders 2.0. Capaian ini diraih setelah tim tersebut berhasil menembus babak final dengan mengungguli ratusan tim peserta dari berbagai perguruan tinggi dan latar belakang keilmuan di Indonesia. Babak final kompetisi diselenggarakan di Berijalan Office, Yogyakarta.

Capaian ini bukanlah hasil yang instan. Perjalanan menuju babak final ditempuh melalui proses seleksi dan persiapan yang berlangsung selama tiga bulan. Selama periode tersebut, tim ini melalui berbagai tahapan, mulai dari pendalaman studi kasus, penyusunan strategi, hingga evaluasi dan penyempurnaan gagasan secara berkelanjutan.

Tim Artha merupakan tim lintas disiplin yang terdiri dari Dinda Yumna Nursyadrina dari International Accounting Program, Muhammad Ferdian dari Teknik Industri, serta Muhammad Azka Nazhan dari Arsitektur. Kolaborasi lintas bidang ini menjadi kekuatan utama dalam merumuskan strategi dan menyampaikan gagasan secara komprehensif.

Pada babak final, tim ini mempresentasikan solusi strategis yang disusun berdasarkan analisis pasar serta perumusan strategi bisnis yang relevan dengan tantangan industri. Presentasi tersebut dinilai mampu menunjukkan pemikiran kritis, struktur analisis yang kuat, serta kemampuan kerja tim dalam menyelesaikan studi kasus yang diberikan. Keberhasilan meraih posisi Juara 2 sekaligus menjadi bukti bahwa proses yang konsisten dan kolaboratif dapat menghasilkan capaian yang kompetitif. Prestasi ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa untuk terus mengembangkan kapasitas diri, baik secara akademik maupun profesional.

Sosialisasi Standar Operasional Prosedur Ujian Komprehensif dan Ujian Tugas Akhir Program Studi Sarjana Akuntansi, FEB USK

Program Studi Sarjana Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Syiah Kuala akan menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi Standar Operasional Prosedur (SOP) Ujian Komprehensif dan Ujian Tugas Akhir sebagai salah satu agenda akademik dalam rangka memastikan seluruh mahasiswa memperoleh pemahaman yang jelas, menyeluruh, dan seragam terkait proses penyelesaian studi di tingkat akhir.

Kegiatan sosialisasi dijadwalkan berlangsung pada Rabu, 14 Januari 2026 pukul 09.00–12.00 WIB dan akan dilaksanakan secara daring melalui platform Zoom Meeting. Acara ini akan disampaikan langsung oleh Ibu Cut Darmawati, S.E., M.Si., Ak., salah satu dosen Departemen Akuntansi FEB USK yang memiliki pengalaman dalam pengelolaan akademik dan pembimbingan tugas akhir mahasiswa.

Sosialisasi ini menjadi penting mengingat Ujian Komprehensif dan Ujian Tugas Akhir merupakan tahapan penentu dalam penyelesaian studi sarjana di Departemen Akuntansi. Melalui kegiatan ini, mahasiswa akan mendapatkan penjelasan terkait alur administrasi, persyaratan akademik dan dokumen, ketentuan penulisan, timeline pelaksanaan, mekanisme bimbingan, sistem penilaian, serta pedoman teknis lain yang diperlukan agar proses ujian dapat berlangsung secara efektif, tertib, dan sesuai ketentuan.

Selain itu, melalui forum ini mahasiswa juga berkesempatan untuk memperoleh penjelasan langsung mengenai kebijakan terbaru departemen, termasuk perubahan atau penyesuaian SOP yang relevan dengan penyelenggaraan ujian di tahun akademik berjalan. Sesi tanya jawab akan disediakan untuk memberikan ruang klarifikasi bagi mahasiswa yang membutuhkan informasi lebih spesifik sesuai kondisi masing-masing.

Program Studi Sarjana Akuntansi mengundang seluruh mahasiswa, khususnya mahasiswa tingkat akhir, untuk mengikuti kegiatan ini mengingat sosialisasi ini akan membantu dalam perencanaan penyelesaian studi serta mengurangi kendala administratif dan teknis yang sering muncul di tahap akhir studi. Dengan pemahaman yang baik terhadap prosedur yang berlaku, mahasiswa diharapkan dapat lebih siap, terarah, dan percaya diri dalam menghadapi Ujian Komprehensif maupun Ujian Tugas Akhir.

Informasi akses Zoom bagi peserta adalah sebagai berikut:
Link: https://zoom.us/j/98218633900?pwd=VzpeaJUYH1X5XPuElY9LZFERxP3IbV.1
ID Rapat: 982 1863 3900
Kode Sandi: 565196

Kegiatan ini terbuka untuk seluruh mahasiswa Departemen Akuntansi FEB USK. Departemen mengimbau agar kesempatan ini tidak dilewatkan mengingat pentingnya tahapan akademik yang akan dibahas. Terima kasih.

Pengalaman Sebagai Penerima Beasiswa Chartered Accountant (CA) dari Ikatan Akuntan Indonesia (IAI)

Sebagai wujud kontribusi IAI menghasilkan SDM unggul berdaya saing internasional, IAI menyelenggarakan program Beasiswa Chartered Accountant (CA), yang memberikan beasiswa ujian sertifikasi Chartered Accountants kepada mahasiswa Akuntansi berprestasi di Indonesia. Saya memeroleh
Beasiswa Chartered Accountant (CA) pada pertengahan tahun 2024. Beasiswa ini mencakup bebas biaya (free) untum mengikuti Ujian Sertifikat Akuntan Profesional tingkat Profesional dan tingkat Lanjutan sebanyak 7 mata ujian, dan 1 kali kesempatan remedial per-mata ujian, serta gratis keanggotaan untuk 2 tahun pertama (2024 dan 2025). Perlu diketahui bahwa sejatinya syarat mengikuti ujian CA adalah sudah memiliki pengalaman di bidang akuntansi minimal 3 tahun serta melewati ujian dasar (CAFB) untuk gelar BFA, sehingga memeroleh Beasiswa CA merupakan cheat-way bagi mahasiswa/i akuntansi.

Terdapat lima mata ujian tingkat Profesional: Audit dan Asurans, Akuntansi Manajemen Lanjutan, Manajemen Perpajakan, Manajemen Keuangan Lanjutan, sera Sistem Informasi dan Pengendalian Internal. Apalagi sudah lulus kelima ujian tersebut, peserta akan diakui sebagai Associate CA dan dapat melangkah menuju 2 ujian terakhir (tingkat Lanjutan), yakni Pelaporan Korporat dan Manajemen Strategic dan Kepemimpinan. Jika sudah lulus keduanya, baru dapat diakui untuk mendapatkan gelar CA.

Strategi yang saya ambil dalam mengikuti adalah belajar fokus untuk satu mata ujian. Namun strategi ini agak tidak menghemat waktu karena pengunguman ujian CA cukup lama, yakni 2 bulan setelah hari ujian. Jika ujian di bulan Juli, pengungumannya baru di September. Tidak boleh terlalu terlena juga karena batas terakhir beasiswa ini adalah Desember 2025. Kemudian, berdasarkan pengalaman saya mengikuti, saya menyimpulkan beberapa hal:

  1. Sistem Informasi dan Pengendalian Internal
    Untuk ujian tingkat Profesional, mata ujian Sistem Informasi dan Pengendalian Internal merupakan yang paling mudah. Isinya kurang lebih seperti yang dipelajari di mata kuliah Audit SIA, paling hanya bahasa soalnya agak ribet, tapi jika dipahami cukup mudah. Agak mengagetkan di soal ISO saja, walau ternyata kembali lagi hanya permainan logika.
  2. Audit dan Asurans
    Mata ujian Audit dan Asurans juga sama mudahnya, hanya agak menyita pikiran di soal kasus, dimina kita diminta menjelaskan pilihan opini auditor yang tersedia satu persatu dan pertimbangan penggunannya (Ini merupakan ujian dengan jawaban essay & kasus terpanjang bagi saya dibandingkan ujian tingkat Profesional yang lain).
  3. Manajemen Keuangan
    Ini merupakan mata ujian yang paling menyita waktu ujian bagi saya, karena mendengar cerita temen-teman lain bahwa mereka harus remedial. Akhirnya, setelah 6 bulan belajar, saya memberanikan diri ikut dan lewat. Agak tidak menyangka juga lewat dalam sekali coba karena dibandingkan soal yang keluar (WACC, EVA, dan MVA), saya lebih banyak belajar Annuity karena lebih asik saja. Metode yang saya pakai adalah menjawab sebisa mungkin.
  4. Akuntansi Manajemen Lanjutan
    Seperti namanya, isinya istilah mata kuliah Akuntansi Manajemen. Tidak terlalu berat karena soal kasusnya lebih ke menghitung, hanya harus banyak hafal istilah dan rumus fundamental saja.
  5. Manajemen Perpajakan
    Isinya tidak terlalu jauh berbeda dengan mata kuliah Perencanaan Pajak, hanya harus banyak hafal istilah dan aplikasi aturan pajak saja. Salah satu diantaranya perlakuan pajak untuk unit usaha/kantor cabang/pabrik di LN.
  6. Pelaporan Korporat
    Sebenarnya isinya selain soal kasus yang berisi hitungan rumus turunan ROA ROE ROI dan penjabarannya, cukup mudah. Hanya saya kita harus agak menghafal isi dari PSAK karena sangat mungkin keluar. Antara lain tentang Sewa dan Iuran Pensiun.
  7. Manajemen Strategik dan Kepemimpinan
    Kurang lebih isinya merupakan turunan mata kuliah Manajemen Strategik. PR sedikit di menghafal jenis-jenis klasifikasi yang ditanyakan, sementara yang lain cukup diisi dengan analisa dan pemikiran kritis saja.

TIM PAZY RAIH GOLD MEDAL PADA INDONESIA INTERNATIONAL APPLIED SCIENCE PROJECT OLYMPIAD 2025

Yogyakarta, 18–21 Desember 2025, Kerja keras dan konsistensi akhirnya membuahkan hasil. Tim PAZY berhasil meraih Gold Medal pada ajang Indonesia International Applied Science Project Olympiad (I2ASPO) 2025 yang diselenggarakan di Universitas Gadjah Mada. Prestasi ini menjadi bukti nyata kolaborasi lintas jurusan yang mampu bersaing dengan ratusan peserta dari berbagai institusi.

Tim PAZY terdiri dari Dinda Yumna Nursyadrina (2401103010053) dari International Accounting Program, serta tiga anggota dari Fakultas Kedokteran Gigi (FKG), yaitu Abdi Reda Wira Pratama (2413101010028), Muhammad Rifat (2413101010033), dan Annisatul Fatiha (24131010004). Kolaborasi lintas disiplin ini menjadi kekuatan utama tim dalam mengembangkan inovasi yang tidak hanya kuat secara ilmiah, tetapi juga relevan secara praktis.

Dalam kompetisi tersebut, tim PAZY mengangkat karya berjudul “PAZY: Anti-Bacterial and Anti-Inflammatory Hand Cream From Natural Extracts Of Java Plum, Moringa Leaves and Oat Combined With Patchouli Oil As Fixative Agent.” Produk ini merupakan hand cream berbahan alami yang diformulasikan dari ekstrak jamblang (Java plum), daun kelor, dan oat, dengan minyak nilam sebagai agen fiksatif, yang dirancang untuk memberikan manfaat antibakteri dan antiinflamasi. Keberhasilan meraih medali emas ini merupakan puncak dari proses panjang yang telah dijalani tim PAZY selama berbulan-bulan, mulai dari riset bahan, pengembangan formulasi, hingga penyusunan karya ilmiah dan presentasi di hadapan dewan juri. Selain berfokus pada aspek ilmiah, tim PAZY juga mengintegrasikan pendekatan entrepreneurship dengan merancang PAZY sebagai produk yang memiliki potensi komersialisasi, melalui pemanfaatan bahan alami lokal serta penciptaan nilai tambah ekonomi yang berkelanjutan. Hal ini menunjukkan bahwa inovasi yang dikembangkan tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga aplikatif dan berpeluang dikembangkan lebih lanjut.

Pengalaman dan Aktivitas Kampus di Universiti Sains Malaysia

Kesempatan mengikuti program student exchange di Universiti Sains Malaysia (USM) melalui Program KAMI Berdampak Universitas Syiah Kuala memberi saya ruang untuk melihat proses pendidikan dari sudut yang berbeda. Sebagai mahasiswa Program Studi Sarjana Akuntansi USK, saya menyadari bahwa pengalaman akademik tidak selalu dibentuk oleh kompleksitas materi, melainkan oleh cara sebuah institusi menata lingkungan belajarnya. Walaupun masa studi di USM berlangsung dalam waktu yang terbatas, pengalaman tersebut meninggalkan kesan mendalam dan memperluas cara pandang saya terhadap praktik pembelajaran di luar Indonesia, sekaligus memberikan dampak positif bagi perkembangan pribadi.

Pengalaman yang paling menarik selama berada di USM adalah pelaksanaan Convocation, acara kelulusan mahasiswa yang dikemas secara jauh lebih luas dari sekadar prosesi akademik. Selama kurang lebih delapan hari, kawasan kampus menjadi ruang aktivitas yang hidup, dipenuhi bazar, pameran, serta berbagai kegiatan pendukung yang menyatu dengan kehidupan kampus. Convocation tidak berdiri sebagai agenda formal semata, melainkan hadir sebagai peristiwa kampus yang membangun suasana kebersamaan.

Hal yang menonjol dari convocation ini adalah cara USM memaknai kelulusan sebagai bagian dari budaya institusi. Acara tersebut tidak hanya ditujukan kepada wisudawan, tetapi juga melibatkan mahasiswa aktif, alumni, dan masyarakat umum. Kehadiran berbagai lapisan ini menciptakan atmosfer yang inklusif dan memperlihatkan bagaimana pencapaian akademik diposisikan sebagai nilai bersama, bukan sekadar hasil individual.

Selain convocation, pengalaman lain yang memberikan kesan kuat adalah pola komunikasi kampus yang terbuka terhadap seluruh mahasiswa. Setiap kegiatan, baik berupa seminar akademik, diskusi publik, maupun acara yang diinisiasi oleh mahasiswa seperti Intercultural Fest, disampaikan secara resmi melalui email universitas. Mekanisme ini memungkinkan seluruh mahasiswa untuk memperoleh informasi yang sama tanpa harus berada dalam lingkaran tertentu.

Keteraturan dan keterbukaan informasi tersebut secara tidak langsung membentuk budaya partisipasi di lingkungan kampus. Mahasiswa diberi ruang untuk memilih, terlibat, dan belajar dari berbagai kegiatan lintas disiplin. Prinsip kebebasan berpartisipasi ini membuat kampus terasa sebagai ruang bersama yang dinamis, bukan sekadar tempat mengikuti perkuliahan.

Melalui pengalaman singkat namun padat ini, saya memahami bahwa kekuatan sebuah perguruan tinggi terletak pada kemampuannya menciptakan iklim belajar yang mendorong keterlibatan, keterbukaan, dan rasa memiliki. USM menunjukkan bahwa ketika kampus dikelola sebagai ruang interaksi yang hidup, proses belajar akan berlangsung secara alami, baik di dalam maupun di luar kelas. Kesempatan yang saya peroleh melalui program internasional Universitas Syiah Kuala saya maknai sebagai ruang untuk kembali dengan membawa cara pandang yang lebih luas terhadap proses belajar dan kehidupan akademik. Pengalaman mengikuti kegiatan di Universiti Sains Malaysia memberikan pemahaman mengenai bagaimana sebuah lingkungan akademik dibangun, dikelola, dan dijalani secara berkelanjutan, sehingga pembelajaran yang saya peroleh tidak berhenti sebagai pengalaman personal, tetapi berpotensi memberi dampak positif dalam melanjutkan studi serta berkontribusi di lingkungan Universitas Syiah Kuala.

Pengalaman Salah satu mahasiswa dari Program Studi sarjana akuntansi Universitas Syiah Kuala (USK) yang  bernama Muhammad Miftah baru saja menyelesaikan student exchange di Universiti Sains Malaysia (USM), melalui Program Kegiatan Akademik Mahasiswa Internasional (KAMI) USK

Banda Aceh, 16 Desember 2025 – Saya merupakan mahasiswa semester 7 Program Studi Akuntansi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Syiah Kuala, yang telah menyelesaikan program student exchange di Universiti Sains Malaysia (USM), School of Social Sciences, Pulau Pinang, Malaysia. Program ini memberikan kesempatan bagi saya untuk mengikuti kegiatan akademik di USM sebagai universitas APEX (Accelerated Programme for Excellence), yang dikenal memiliki fokus kuat pada keunggulan akademik, riset, dan pengabdian kepada masyarakat.

Selama mengikuti perkuliahan di USM, saya merasakan lingkungan belajar yang terstruktur dan disiplin, namun tetap terbuka terhadap diskusi. Metode pembelajaran banyak menekankan pada critical thinking, analisis kasus, dan keterkaitan antara teori dengan kondisi sosial yang nyata. Sebagai mahasiswa akuntansi, pengalaman belajar di School of Social Sciences membantu saya memahami bahwa ilmu ekonomi dan bisnis tidak berdiri sendiri, tetapi berkaitan erat dengan aspek sosial, kebijakan publik, dan dinamika masyarakat. Pendekatan pembelajaran ini sejalan dengan visi USM sebagai universitas APEX yang mendorong ilmu pengetahuan untuk memberi dampak nyata bagi masyarakat.

Selain itu, budaya akademik di USM mendorong mahasiswa untuk mandiri dan bertanggung jawab terhadap proses belajarnya. Dosen berperan sebagai fasilitator yang membuka ruang diskusi, sementara mahasiswa didorong untuk aktif menyampaikan pendapat dan bekerja dalam kelompok yang beragam. Pengalaman ini melatih saya untuk lebih percaya diri, terstruktur dalam berpikir, dan terbiasa dengan standar akademik internasional.

Di luar kegiatan akademik, program student exchange ini juga memberikan kesempatan untuk mengenal budaya dan kehidupan sosial di Pulau Pinang. Keberagaman budaya Melayu, Tionghoa, dan India terlihat jelas dalam kehidupan sehari-hari masyarakat. Saya juga mengunjungi beberapa tempat ikonik seperti George Town, yang mencerminkan sejarah panjang Penang sebagai pusat perdagangan dan pertemuan budaya. Secara historis, Pulau Pinang memiliki hubungan yang erat dengan Indonesia, khususnya Aceh, baik dari sisi budaya, bahasa, maupun sejarah perdagangan, sehingga proses adaptasi selama program berlangsung terasa lebih mudah. Melalui program ini, saya memperoleh pengalaman belajar di lingkungan akademik internasional yang berkualitas, sekaligus pemahaman yang lebih luas mengenai keberagaman budaya di kawasan Asia Tenggara. Pengalaman mengikuti student exchange di Universiti Sains Malaysia diharapkan dapat menjadi bekal penting dalam pengembangan akademik dan pribadi saya, serta memberikan gambaran bagi mahasiswa lain tentang manfaat mengikuti program pertukaran mahasiswa internasional.

Pengalaman Menarik Mengikuti Program MBKM KAMI Berdampak Universiti Sains Malaysia

Saya berkesempatan mengikuti Program MBKM KAMI Berdampak yang difasilitasi oleh Universitas Syiah Kuala (USK) dan dilaksanakan di Universiti Sains Malaysia (USM) pada tanggal 26 November hingga 10 Desember. Alhamdulillah, melalui proses seleksi yang dilakukan oleh USK, saya terpilih untuk mengikuti program ini. Kesempatan tersebut menjadi pengalaman yang sangat berharga karena memberi saya kesempatan belajar langsung di lingkungan kampus internasional.

Selama mengikuti program di USM, pengalaman yang paling menarik bagi saya adalah kegiatan pembelajaran di kelas. Proses perkuliahan terasa menyenangkan dan interaktif karena diikuti oleh mahasiswa dari berbagai negara. Diskusi di kelas berjalan aktif, sehingga saya tidak hanya belajar dari dosen, tetapi juga dari pengalaman dan sudut pandang teman-teman internasional.

Salah satu mata kuliah yang paling berkesan adalah Environmental Economics. Dalam perkuliahan ini, kami membahas isu lingkungan, terutama tentang pengelolaan dan daur ulang sampah di berbagai negara. Bagian yang paling menarik adalah ketika mahasiswa dari berbagai negara menjelaskan langsung bagaimana sistem pengelolaan sampah di negara masing-masing. Dari diskusi tersebut, saya menjadi lebih paham bahwa setiap negara memiliki cara yang berbeda dalam menjaga lingkungan.

Pada kelas ini juga sempat dibahas kondisi lingkungan di Indonesia, termasuk situasi Aceh yang saat itu sedang mengalami bencana alam. Dosen dan teman-teman di kelas menunjukkan kepedulian yang besar. Mereka menanyakan kondisi Aceh dan mendoakan agar keadaan segera membaik. Momen ini terasa sangat berarti bagi saya karena menunjukkan rasa empati dan solidaritas di lingkungan akademik internasional.

Selain kegiatan perkuliahan, pengalaman campus tour di USM juga sangat berkesan. USM dikenal dengan julukan “kampus dalam hutan”, dan hal ini benar-benar terasa saat saya berkeliling kampus. Lingkungan kampus yang hijau, luas, dan dipenuhi pepohonan membuat suasana belajar terasa nyaman. Bentuk bangunan dan jalur kampus yang berada di area perbukitan memberikan suasana unik dan berbeda dari kampus pada umumnya.

Hal lain yang membuat pengalaman di USM semakin menyenangkan adalah keramahan mahasiswa dan civitas akademika. Mahasiswa lokal maupun internasional sangat terbuka dan saling membantu, terutama kepada mahasiswa asing. Mereka dengan senang hati berbagi informasi dan membantu kami beradaptasi selama mengikuti program. Melalui Program MBKM KAMI Berdampak yang difasilitasi oleh Universitas Syiah Kuala, saya mendapatkan pengalaman belajar yang tidak hanya menambah pengetahuan akademik, tetapi juga memperluas wawasan budaya dan sosial. Pengalaman ini menjadi bekal berharga bagi saya untuk berkembang sebagai mahasiswa dengan perspektif global dan kepedulian sosial yang lebih baik.