Dosen Akuntansi USK Perkuat Kolaborasi Penelitian Internasional di IPAG Business School Paris melalui Hibah International Collaborative Research-Equity LPDP 2026

Dalam rangka memperkuat jejaring akademik internasional dan meningkatkan kualitas kolaborasi riset global, Dosen Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Syiah Kuala (USK), Dr. Ratna Mulyany, melaksanakan kegiatan academic visit dan kolaborasi penelitian di IPAG Business School, Paris, Prancis pada tanggal 16–25 Mei 2026.

Kegiatan ini merupakan salah satu implementasi dari Hibah International Collaborative Research – Equity (ICR-Equity) LPDP Tahun 2026 yang bertujuan mendorong kolaborasi penelitian internasional antara akademisi Indonesia dan mitra perguruan tinggi bereputasi dunia. Program ini diharapkan dapat menghasilkan luaran penelitian berkualitas tinggi sekaligus memperkuat posisi perguruan tinggi Indonesia dalam jejaring akademik global.

Kunjungan akademik tersebut dilaksanakan berdasarkan undangan resmi dari IPAG Business School yang ditandatangani oleh Prof. Maria Giuseppina Bruna selaku Dean for Research, Dissemination and Impact. Dalam surat undangan tersebut, Dr. Ratna Mulyany diundang untuk melaksanakan short-term academic visiting fellowship guna mendukung pengembangan kolaborasi penelitian pada bidang keuangan, tata kelola perusahaan, dan keberlanjutan.

Selama berada di Paris, Dr. Ratna Mulyany mengikuti berbagai kegiatan akademik yang meliputi konsultasi penelitian, diskusi ilmiah, pengembangan proposal riset bersama, serta penyusunan publikasi ilmiah kolaboratif dengan para akademisi di IPAG Business School. Kegiatan kolaborasi ini berada di bawah supervisi akademik Associate Professor Ahmed Imran Hunjra, seorang pakar di bidang green finance, Environmental, Social and Governance (ESG), serta keuangan berkelanjutan.

Fokus utama kolaborasi penelitian ini mencakup isu-isu strategis yang semakin mendapat perhatian di tingkat global, seperti keberlanjutan korporasi, tata kelola organisasi, keuangan berkelanjutan, dan pengembangan praktik bisnis yang bertanggung jawab. Melalui diskusi intensif dengan para peneliti IPAG Business School, berbagai peluang penelitian bersama dan publikasi internasional berhasil diidentifikasi untuk dikembangkan pada masa mendatang.

Selain kegiatan akademik di IPAG Business School, Dr. Ratna Mulyany juga berkesempatan melakukan kunjungan dan diskusi dengan Atase Pendidikan dan Kebudayaan serta Wakil Duta Besar Republik Indonesia di Paris. Pertemuan tersebut menjadi sarana yang berharga untuk bertukar pandangan mengenai perkembangan kerja sama pendidikan tinggi antara Indonesia dan Prancis, peluang penguatan jejaring akademik internasional, serta berbagai inisiatif yang dapat mendukung mobilitas dosen dan mahasiswa, kolaborasi penelitian, serta internasionalisasi perguruan tinggi Indonesia.

Diskusi tersebut juga memberikan wawasan yang lebih luas mengenai peran diplomasi pendidikan dalam memperkuat hubungan bilateral Indonesia dan Prancis. Selain itu, pertemuan dengan perwakilan KBRI Paris membuka peluang sinergi yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung pengembangan kerja sama internasional Universitas Syiah Kuala dengan berbagai institusi pendidikan dan penelitian di Eropa.

Menurut Dr. Ratna Mulyany, kegiatan ini memberikan pengalaman yang sangat berharga dalam memperluas perspektif akademik dan memperkuat jejaring internasional yang selama ini telah dibangun oleh Universitas Syiah Kuala.

“Academic visit ini memberikan kesempatan untuk berdiskusi secara langsung dengan para akademisi internasional, mengembangkan ide-ide penelitian bersama, serta menjajaki berbagai peluang kolaborasi yang dapat memberikan manfaat bagi kedua institusi. Selain menghasilkan luaran penelitian, kegiatan seperti ini juga penting dalam meningkatkan visibilitas dan reputasi internasional Universitas Syiah Kuala,” ujarnya.

IPAG Business School merupakan salah satu institusi pendidikan tinggi terkemuka di Prancis yang memiliki reputasi kuat dalam bidang bisnis, manajemen, keuangan, dan keberlanjutan. Dengan jaringan internasional yang luas, institusi ini menjadi mitra strategis bagi berbagai universitas di dunia dalam pengembangan pendidikan dan penelitian berbasis kolaborasi global.

Partisipasi aktif dosen Universitas Syiah Kuala dalam program kolaborasi internasional seperti ini diharapkan dapat mendukung pencapaian target internasionalisasi universitas, meningkatkan kualitas penelitian dan publikasi internasional, memperluas jejaring akademik global, serta memperkuat kontribusi USK dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan inovasi di tingkat internasional.

Dosen Universitas Syiah Kuala Berpartisipasi dalam The 11th International National Economy Model (NEM) Congress di Wina, Austria

Dosen Program Studi Akuntansi Universitas Syiah Kuala, Dr. Ratna Mulyany, berpartisipasi dalam The 11th International National Economy Model (NEM) Congress yang diselenggarakan di Wina, Austria, pada tanggal 7–8 Februari 2026. Kegiatan internasional ini mempertemukan akademisi, peneliti, dan praktisi dari lebih dari 20 negara untuk mendiskusikan berbagai isu ekonomi global serta model-model alternatif pembangunan ekonomi yang berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.

Partisipasi Dr. Ratna Mulyany dalam forum bergengsi tersebut merupakan undangan langsung dari panitia penyelenggara yang dipimpin oleh Prof. Ibrahim Halil Eksi dari Gaziantep University, Türkiye, yang juga bertindak sebagai salah satu Chair Committee kongres. Melalui partisipasi ini, Universitas Syiah Kuala turut mengambil bagian dalam diskusi akademik internasional mengenai berbagai pendekatan baru dalam pengembangan ekonomi yang berkelanjutan dan inklusif.

Salah satu fokus utama kongres adalah pembahasan mengenai National Economy Model (NEM) yang diperkenalkan oleh almarhum Prof. Haydar Baş. Konsep ini menawarkan perspektif alternatif dalam pemikiran ekonomi yang menekankan keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi, kesejahteraan sosial, dan peran negara dalam menciptakan pemerataan ekonomi. Bagi peserta, termasuk Dr. Ratna Mulyany, forum ini memberikan wawasan baru mengenai berbagai pendekatan ekonomi yang berkembang di tingkat global.

Selain mengikuti sesi-sesi ilmiah dan diskusi panel, kegiatan ini juga menjadi sarana yang sangat berharga untuk memperluas jejaring akademik internasional. Berbagai kesempatan diskusi dan pertukaran gagasan dengan peserta dari berbagai negara membuka peluang kolaborasi penelitian dan kerja sama akademik di masa mendatang.

“Partisipasi dalam konferensi ini memberikan banyak pembelajaran dan perspektif baru mengenai berbagai model ekonomi alternatif yang berkembang di dunia. Selain itu, kesempatan untuk berinteraksi dengan akademisi dari berbagai negara menjadi pengalaman yang sangat berharga dalam memperluas jejaring internasional dan membuka peluang kolaborasi penelitian di masa depan,” ujar Dr. Ratna Mulyany.

Dr. Ratna juga menyampaikan apresiasi kepada panitia penyelenggara atas profesionalisme dan keramahan selama kegiatan berlangsung. Panitia menyediakan berbagai fasilitas bagi peserta internasional, mulai dari akomodasi, transportasi bandara, hingga layanan selama konferensi tanpa biaya tambahan bagi peserta yang diundang.

Keikutsertaan dalam forum internasional seperti ini diharapkan dapat memperkuat reputasi Universitas Syiah Kuala di tingkat global serta mendukung pengembangan kerja sama internasional dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Bronze Medal Essay Competition International Youth Summit 5th 2026, Kuala Lumpur, Malaysia.

Saya, Adinda Fitriani, mahasiswa International Accounting Program 2024 bersama rekan satu tim saya, Widia Fadila Ramadhani, mahasiswi fakultas hukum 2024, berhasil meraih Bronze Medal di ajang 5th International Youth Summit (IYS) 2026. Kompetisi ini diikuti oleh 50 hingga 100 tim dari berbagai negara, dan kami bersyukur bisa pulang membawa hasil.

Kami mengajukan esai berjudul “A Youth-Led Digital Gamification Instrument for Cultural Tourism Sustainability and Endangered Language Revitalization: The Case of Aceh, Indonesia.” Esai ini membahas keresahan kami terhadap bahasa Aceh yang semakin jarang digunakan oleh generasi muda. Solusi yang kami tawarkan bernama Acehnese Language Adventure (Petualangan Basa Aceh), sebuah program berbasis gamifikasi yang terintegrasi dengan teknologi pembayaran digital QR, dengan tujuan menjadikan bahasa Aceh lebih relevan di era digital, baik dari sisi budaya maupun ekonomi.

Proses perjalanan ini tidak lepas dari bimbingan dosen pembimbing kami, Bapak Dinaroe, SE., MBA., Ak., CA., ASEAN CPA. Arahan dan masukan beliau sangat membantu kami dalam menyempurnakan ide dan tulisan kami hingga siap dibawa ke tingkat internasional.

Semoga pencapaian kecil ini bisa menjadi motivasi bagi teman-teman mahasiswa Universitas Syiah Kuala untuk terus berani mencoba dan membawa ide-ide terbaik kalian ke panggung yang lebih luas.

The Man Who Chose to Build the Foundation

(By : Sabar,CA Wed 3 Jun 2026)

Most people remember the buildings.
Few remember the people who laid the first stones.

In every institution, in every profession, there are pioneers whose names may not always appear in headlines, but whose work quietly shapes generations. They choose contribution over recognition. Legacy over applause.

Drs. M. Hasbuh Aziz, M.S., Ak., CPA was one of those people.

In 1971, accounting education in Aceh was still in its infancy. The Accounting Study Program at the Faculty of Economics, Syiah Kuala University, had just been established through an affiliation with the University of North Sumatra.

It was a beginning.

A fragile one.

A moment when the future depended on a handful of people willing to invest their lives in something larger than themselves.

Among them was Drs. M. Hasbuh Aziz.

As the first full-time accounting lecturer of the program, he worked alongside Professor D. Hadibroto, helping to build what would eventually become one of the pillars of accounting education in Aceh.

At the time, few could have imagined the impact of that decision.

A classroom may seem small.

A lecture may last only a few hours.

But when knowledge is shared with integrity, its influence travels far beyond the walls of a university.

Graduating from the Faculty of Economics, University of Indonesia, he had many paths available to him. Yet he chose a path that often receives little attention: the path of building.

Building students.

Building institutions.

Building trust.

Because education is not merely about transferring knowledge.

It is about creating possibility.

And accounting, at its best, is not merely about numbers.

Numbers can be calculated.

Reports can be prepared.

Balances can be reconciled.

But integrity cannot be manufactured after it has been lost.

This was one of the lessons he quietly taught.

Not always through speeches.

Not always through textbooks.

But through example.

Year after year, class after class, he helped shape generations of accountants, auditors, academics, and business leaders. Many of his students would go on to occupy important positions across Indonesia.

Some may no longer remember every formula he taught.

Some may not recall every lecture.

But they remember how he carried himself.

They remember the standards he upheld.

They remember the values he refused to compromise.

Because the greatest teachers rarely leave their mark on a transcript.

They leave their mark on character.

The work of a teacher is much like planting a tree.

The planter may never sit beneath its full shade.

May never witness every branch it grows.

May never meet every person it shelters.

Yet the tree continues to grow.

And so does the impact.

Today, when we remember Drs. M. Hasbuh Aziz, we are not simply remembering an accountant, an academic, or a professional.

We are remembering a builder.

A pioneer.

A steward of integrity.

A man who helped lay the foundation upon which countless others would build their futures.

His contribution lives on in every ethical decision made by a former student.

In every financial report prepared with honesty.

In every classroom where knowledge is shared with purpose.

In every professional who understands that trust is the most valuable asset anyone can possess.

People often ask what remains after a life of service.

The answer is simple.

Not titles.

Not positions.

Not even achievements.

What remains are the lives we touch.

The values we pass on.

The future we help create.

And by that measure, Drs. M. Hasbuh Aziz’s work is far from finished.

Because a true teacher never truly leaves.

He lives on in the minds he shaped, the principles he instilled, and the generations who continue to carry his light forward.

Thank you, Sir.

For the lessons.

For the integrity.

For choosing to build the foundation when others were waiting for the building.

Your legacy continues, one student, one professional, and one generation at a time.

Program Studi S1 Akuntansi FEB USK Kembali Selenggarakan Ujian Komprehensif sebagai Tahapan Akhir Studi Mahasiswa

Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam proses evaluasi capaian pembelajaran mahasiswa guna mengukur kompetensi akademik, penguasaan keilmuan, serta kesiapan mahasiswa dalam menghadapi dunia profesional di bidang akuntansi. Ujian komprehensif juga menjadi wujud implementasi sistem penjaminan mutu akademik yang diterapkan oleh Program Studi Sarjana Akuntansi FEB USK.

Pelaksanaan Ujian Komprehensif dilaksanakan pada Jumat, 22 Mei 2026 bertempat di Gedung KPMG Lantai II Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Syiah Kuala. Dalam pelaksanaannya, ujian dilakukan menggunakan sistem e-learning yang dirancang untuk mendukung proses evaluasi secara efektif, terstruktur, dan transparan. Mahasiswa mengikuti ujian berdasarkan konsentrasi yang telah dipilih selama masa studi, yaitu Akuntansi Keuangan, Akuntansi Syariah, Akuntansi Sektor Publik, Akuntansi Manajemen, dan Sistem Informasi Akuntansi. Adapun bentuk soal yang digunakan dalam ujian ini disusun sesuai dengan capaian pembelajaran dan kompetensi pada masing-masing konsentrasi.

Antusiasme peserta terlihat dari kesiapan mahasiswa dalam mengikuti setiap tahapan ujian serta kesungguhan mereka dalam menyelesaikan soal-soal yang diberikan. Pelaksanaan ujian berbasis e-learning memberikan pengalaman akademik yang lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan dunia pendidikan modern. Selain mengukur penguasaan teori dan konsep, ujian ini juga dirancang untuk menguji kemampuan analitis, ketepatan pengambilan keputusan, serta pemahaman mahasiswa terhadap berbagai kasus dan permasalahan akuntansi sesuai bidang peminatan masing-masing. Melalui pelaksanaan kegiatan ini, Program Studi Sarjana Akuntansi FEB USK berharap mahasiswa dapat semakin siap menghadapi dunia kerja, tantangan profesi, maupun jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Ujian komprehensif menjadi salah satu bentuk komitmen Program Studi Sarjana Akuntansi FEB USK dalam menjaga kualitas lulusan agar tetap unggul, profesional, berintegritas, serta mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang akuntansi.

Program Studi Sarjana Akuntansi FEB USK Gelar FGD Evaluasi Ketercapaian VMTS Libatkan Pemangku Kepentingan dan Akademisi Internasional

Program Studi Sarjana Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Syiah Kuala menyelenggarakan kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Evaluasi Ketercapaian Visi, Misi, Tujuan dan Sasaran (VMTS) pada Rabu, 20 Mei 2026. Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 13.30 hingga 17.00 WIB ini dilaksanakan secara hybrid dengan pelaksanaan luring bertempat di Balai Diklat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Syiah Kuala, sementara peserta daring mengikuti kegiatan melalui Zoom Meeting.

Acara dibuka oleh Koordinator Program Studi Akuntansi FEB USK, Dr. Riha Dedi Priantana. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa kegiatan FGD VMTS ini memiliki peran penting dalam mengevaluasi ketercapaian Visi, Misi, Tujuan, dan Sasaran Program Studi Sarjana Akuntansi secara objektif dan berkelanjutan. Beliau juga menegaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk memperoleh berbagai masukan dan rekomendasi dari para pemangku kepentingan guna mendukung pengembangan program studi, sekaligus memperkuat proses penjaminan mutu dan mendukung persiapan akreditasi program studi.

FGD ini menjadi salah satu agenda strategis Program Studi Sarjana Akuntansi dalam melakukan evaluasi terhadap ketercapaian visi, misi, tujuan, dan sasaran program studi secara menyeluruh. Kegiatan ini juga merupakan bagian dari upaya peningkatan mutu akademik dan penguatan sistem penjaminan mutu berkelanjutan, khususnya dalam mendukung pengembangan program studi dan persiapan akreditasi.

Kegiatan ini menghadirkan dua narasumber dari institusi nasional dan internasional, yaitu Prof. Dr. Dyah Setyaningrum dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia serta Lailatul Faizah Abu Hassan yang berasal dari Universiti Teknologi Mara Malaysia. Kehadiran kedua pemateri diharapkan mampu memberikan pandangan akademik, evaluatif, dan strategis dalam pengembangan Program Studi Sarjana Akuntansi FEB USK ke depan.

FGD turut melibatkan berbagai pemangku kepentingan, di antaranya pengguna lulusan, alumni, dosen, mahasiswa, serta mitra program studi. Keterlibatan para stakeholder tersebut menjadi bagian penting dalam memperoleh masukan yang komprehensif terkait implementasi VMTS serta relevansinya dengan kebutuhan dunia kerja, perkembangan pendidikan tinggi, dan tantangan global saat ini.

Pada sesi pemaparan materi, Prof. Dr. Dyah Setyaningrum menyampaikan materi terkait analisis ketercapaian VMTS dan kurikulum Program Studi Sarjana Akuntansi USK. Dalam paparannya, beliau menekankan pentingnya keterkaitan antara VMTS program studi dengan Indikator Kinerja Utama (IKU) perguruan tinggi serta kontribusi institusi pendidikan tinggi dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Beliau juga menjelaskan bahwa pengembangan kurikulum harus mampu menjawab kebutuhan dunia kerja, perkembangan teknologi, serta tantangan global yang terus berkembang. Selain itu, keterlibatan aktif perguruan tinggi dalam isu keberlanjutan dan penguatan kompetensi lulusan menjadi aspek penting dalam meningkatkan daya saing institusi di tingkat nasional maupun internasional.

Sementara itu, Lailatul Faizah Abu Hassan dari Universiti Teknologi Mara menyampaikan materi yang berfokus pada konsep sociopreneur. Dalam pemaparannya, beliau menjelaskan bahwa sociopreneurship merupakan pendekatan yang tidak hanya menekankan aspek kewirausahaan, tetapi juga memberikan dampak sosial yang positif bagi masyarakat.

Topik tersebut sejalan dengan visi Fakultas Ekonomi dan Bisnis USK, yaitu mewujudkan sosio-teknopreneur yang inovatif, mandiri, terkemuka, dan islami di tingkat global. Melalui perspektif internasional yang dibagikan, peserta memperoleh wawasan mengenai pentingnya pengembangan karakter kewirausahaan sosial dalam membentuk lulusan yang adaptif, kreatif, serta memiliki kepedulian terhadap isu-isu sosial dan pembangunan berkelanjutan.

Diskusi yang berlangsung interaktif memberikan ruang bagi peserta untuk menyampaikan pandangan, masukan, dan rekomendasi terkait pengembangan Program Studi Sarjana Akuntansi. Berbagai isu strategis turut dibahas, mulai dari penguatan kurikulum berbasis capaian pembelajaran, peningkatan kompetensi lulusan, kolaborasi dengan mitra industri, hingga penguatan peran program studi dalam mendukung pembangunan berkelanjutan.

Melalui pelaksanaan FGD ini, diharapkan dapat tersusun hasil evaluasi ketercapaian VMTS Program Studi Sarjana Akuntansi secara komprehensif, rekomendasi perbaikan dan pengembangan program studi, serta dokumentasi kegiatan yang dapat menjadi data dukung dalam proses penjaminan mutu dan akreditasi. Kegiatan ini menjadi wujud komitmen Program Studi Sarjana Akuntansi FEB USK dalam terus meningkatkan kualitas pendidikan, memperkuat tata kelola akademik, serta menghasilkan lulusan yang unggul, adaptif, dan mampu bersaing di tingkat nasional maupun global.

Nabila Anris Putri salah satu Mahasiswi Prodi S1 Akuntansi berbagi cerita saat magang di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Aceh Unit Sistem Pembayaran

Capacity Building Pelaporan Championship TP2DD dan Penyusunan Roadmap IETPD 2026–2030

Pada kegiatan Capacity Building Pelaporan Championship Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) dan Penyusunan Roadmap Indeks Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (IETPD) 2026–2030, penulis berperan sebagai Master of Ceremony (MC) utama sekaligus bagian dari panitia penyelenggara. Kegiatan ini merupakan agenda strategis yang bertujuan untuk memperkuat koordinasi serta penyusunan arah kebijakan terkait percepatan dan perluasan digitalisasi daerah di Provinsi Aceh.

Dalam pelaksanaannya, penulis bertanggung jawab dalam menyusun naskah (script) MC, membawakan acara, serta berkoordinasi dengan tim untuk memastikan kegiatan berjalan sesuai dengan rundown. Penulis juga menyesuaikan alur acara dengan kondisi di lapangan agar seluruh rangkaian kegiatan tetap berlangsung secara tertib dan lancar. Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan, seperti perwakilan Sekretaris Daerah (Asisten III), Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Aceh, perwakilan dari Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, serta perwakilan dinas tingkat provinsi dan kabupaten/kota di Aceh. Melalui kegiatan ini, penulis memperoleh pengalaman dalam public speaking, koordinasi tim, serta pemahaman terhadap program digitalisasi yang diinisiasi oleh Bank Indonesia dalam mendorong digitalisasi ekonomi daerah.

Sosialisasi Penggunaan QRIS dan Ajakan Scan 1 Rupiah dalam Gerakan Pangan Murah (GPM) di Kota Banda Aceh hingga Kab. Aceh Besar

Pada kegiatan Sosialisasi Penggunaan QRIS dalam rangka Gerakan Pangan Murah (GPM), penulis berperan dalam menyampaikan edukasi kepada masyarakat mengenai penggunaan QRIS sebagai metode pembayaran digital yang praktis dan aman. Kegiatan ini dilaksanakan di beberapa titik di wilayah Banda Aceh hingga Aceh Besar dengan sasaran masyarakat umum.

Dalam pelaksanaannya, penulis terlebih dahulu menyosialisasikan manfaat dan cara penggunaan QRIS kepada masyarakat sebelum mengajak mereka untuk melakukan transaksi simbolis dengan melakukan scan QRIS sebesar Rp1. Setelah melakukan transaksi, masyarakat diberikan souvenir yang telah disediakan, seperti teh, kecap, atau garam, sebagai bentuk apresiasi sekaligus upaya menarik minat penggunaan QRIS. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan mendorong percepatan digitalisasi sistem pembayaran di Aceh. Melalui kegiatan ini, penulis memperoleh pengalaman dalam berkomunikasi langsung dengan masyarakat serta meningkatkan kemampuan dalam menyampaikan informasi secara edukatif dan persuasif.

Sosialisasi dan Edukasi Penggunaan Point of Sales (POS) olehTim Possaku kepada Pelaku Usaha di Kawasan Lampuuk

Pada kegiatan Sosialisasi Penggunaan Point of Sales (POS) di Kawasan Lampuuk, penulis berperan sebagai Master of Ceremony (MC) yang memandu jalannya acara sesuai dengan susunan kegiatan. Kegiatan ini ditujukan kepada pelaku usaha di kawasan Lampuuk sebagai target pengguna perangkat POS yang disalurkan oleh Bank Indonesia.

Dalam kegiatan ini, disampaikan sosialisasi terkait penggunaan POS sebagai alat bantu transaksi digital yang dapat memudahkan proses pembayaran serta pencatatan pendapatan usaha. Selain itu, perwakilan Bank Indonesia juga memberikan edukasi mengenai transaksi digital dan perlindungan konsumen agar pelaku usaha lebih waspada terhadap risiko kejahatan digital. Tim Possaku (Vendor POS) turut hadir sebagai narasumber yang menjelaskan mekanisme penggunaan perangkat secara teknis, sehingga pelaku usaha dapat memahami cara operasional POS secara langsung dan diharapkan mampu mengimplementasikannya dalam kegiatan usaha sehari-hari.

Keterlibatan dalam Penyelenggaraan Road to Festival Ekonomi Syariah 2026

Pada kegiatan Road to Festival Ekonomi Syariah 2026, penulis terlibat dalam membantu penyelenggaraan acara sebagai bagian dari rangkaian kegiatan Bank Indonesia dalam mendukung pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia. Kegiatan ini merupakan agenda penting yang melibatkan berbagai program edukatif dan interaktif bagi masyarakat.

Dalam pelaksanaannya, penulis membantu persiapan dan pelaksanaan beberapa rangkaian kegiatan, seperti lomba mewarnai, lomba cerdas cermat, serta kelas edukasi bagi pelaku UMKM. Selain itu, penulis juga turut membantu kelancaran kegiatan lain yang menjadi bagian dari rangkaian acara tersebut agar berjalan sesuai dengan perencanaan. Kegiatan ini diikuti oleh masyarakat umum, pelaku UMKM, serta didukung oleh tim Bank Indonesia. Melalui keterlibatan ini, penulis memperoleh pengalaman dalam mendukung pelaksanaan kegiatan berskala besar serta memahami peran Bank Indonesia dalam mendorong literasi dan pengembangan ekonomi syariah di masyarakat.

Pembuatan dan Publikasi Konten Edukasi Transaksi Digital dan Pelindungan Konsumen

Pada kegiatan ini, penulis bertanggung jawab dalam pembuatan konten edukasi terkait transaksi digital dan pelindungan konsumen yang sudah diupload di reels instagram Bank Indonesia Aceh. Konten yang dibuat bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya bertransaksi secara aman di era digital.

Dalam pelaksanaannya, penulis menyusun ide dan konsep konten, kemudian melakukan proses pengambilan video (shooting) dengan mengarahkan talent sesuai dengan konsep yang telah dirancang. Selain itu, penulis juga melakukan proses pengeditan hingga tahap final, termasuk melakukan revisi berdasarkan masukan yang diberikan. Kegiatan ini dilakukan sebagai bagian dari upaya penyampaian informasi secara kreatif dan komunikatif, sehingga pesan edukasi dapat diterima dengan lebih mudah oleh masyarakat.

Mahasiswa Akuntansi FEB USK Raih Juara Umum dan 8 Penghargaan di DewataEssay Competition Bali

Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Syiah Kuala (USK) kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional melalui ajang Dewata Essay Competition 2026 yang diselenggarakan oleh Universitas Dhyana Pura. Dalam kompetisi tersebut, delegasi mahasiswa USK berhasil membawa pulang total delapan penghargaan bergengsi sekaligus mengukuhkan diri sebagai Juara Umum untuk Universitas Syiah Kuala.

Salah satu mahasiswa Program Studi Akuntansi FEB USK, Nabila Al Karimah, bersama tim berhasil meraih berbagai penghargaan, di antaranya Juara 1, dua Gold Medal, dua Silver Medal, Best Paper, dan Favorite Poster. Prestasi ini menjadi bukti nyata kemampuan mahasiswa FEB USK dalam menghadirkan inovasi dan gagasan solutif yang mampu bersaing di tingkat nasional.

Kompetisi  yang  berlangsung  di  Bali  tersebut  diikuti  oleh  berbagai  perguruan tinggi  dari seluruh Indonesia dan menjadi wadah bagi mahasiswa untuk menunjukkan kemampuan akademik, riset, serta inovasi dalam menjawab berbagai isu strategis dan tantangan masa depan.

Ketua Program Studi Akuntansi FEB USK, Dr. Riha Dedi Priantana, turut menyampaikan apresiasi atas capaian yang diraih mahasiswanya. Menurutnya, prestasi tersebut menunjukkan bahwa mahasiswa Akuntansi FEB USK tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu berinovasi dan beradaptasi dalam berbagai kompetisi ilmiah.

“Kami sangat bangga atas prestasi yang diraih oleh mahasiswa Program Studi Akuntansi FEB USK dalam ajang Dewata Essay Competition di Bali. Capaian ini menunjukkan kualitas, kreativitas, dan daya saing mahasiswa USK di tingkat nasional. Semoga prestasi ini dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus aktif berprestasi dan mengharumkan nama universitas,” ungkapnya.

Keberhasilan ini diharapkan semakin memperkuat semangat mahasiswa FEB USK untuk terus menghasilkan karya inovatif, memperluas jejaring akademik, serta meningkatkan kontribusi nyata bagi masyarakat melalui ide dan penelitian yang berdampak.

Pengalaman Mahasiswa S1 Akuntansi Magang di Kantor Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Aceh

Dalam konteks meningkatnya tuntutan transparansi dan akuntabilitas pengelolaan keuangan publik, instansi pemerintah dituntut untuk terus beradaptasi dengan sistem dan regulasi yang semakin kompleks. Kondisi ini menjadikan pengalaman praktis sebagai bagian penting dalam proses pembelajaran mahasiswa, khususnya di bidang akuntansi. Melalui kegiatan magang di Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), kami tidak hanya mengamati, tetapi juga terlibat langsung dalam proses kerja nyata yang mencerminkan bagaimana kebijakan dan sistem keuangan publik diimplementasikan secara operasional. Pengalaman ini memberikan perspektif kritis bahwa terdapat kesenjangan antara konsep teoritis yang dipelajari di perkuliahan dengan praktik di lapangan, terutama dalam hal adaptasi terhadap sistem baru dan dinamika administratif yang terus berkembang.

Selama melaksanakan kegiatan magang di Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), kami memperoleh pengalaman langsung yang sangat relevan dengan bidang keilmuan akuntansi, khususnya dalam praktik pengelolaan dan pelaporan keuangan sektor publik. Kegiatan magang ini tidak hanya memberikan pemahaman teoritis, tetapi juga memperkenalkan kami pada dinamika kerja instansi pemerintahan yang menuntut ketelitian, tanggung jawab, serta kemampuan adaptasi terhadap sistem dan regulasi yang terus berkembang.

Salah satu pengalaman yang paling berkesan adalah keterlibatan kami dalam asistensi pelaporan Surat Pemberitahuan (SPT) melalui sistem Coretax. Coretax merupakan sistem baru yang mulai diterapkan dalam pelaporan pajak, termasuk SPT Orang Pribadi (OP). Dalam kegiatan ini, kami membantu proses input data, verifikasi dokumen, serta memastikan kesesuaian antara data yang dilaporkan dengan ketentuan perpajakan yang berlaku. Pengalaman ini menjadi bentuk nyata penerapan ilmu akuntansi perpajakan yang telah dipelajari di bangku kuliah ke dalam praktik kerja yang sesungguhnya.

Selain itu, kami juga dilibatkan dalam berbagai kegiatan administratif dan teknis lainnya, seperti pengolahan data keuangan, penyusunan laporan, serta mendukung kegiatan operasional di lingkungan Bappeda.  Melalui aktivitas  tersebut,  kami belajar  pentingnya  koordinasi antarbagian,  manajemen waktu, serta ketelitian dalam bekerja, mengingat setiap data dan laporan memiliki dampak terhadap proses perencanaan pembangunan daerah secara keseluruhan.

Secara keseluruhan, kegiatan magang di Bappeda memberikan kontribusi besar dalam meningkatkan kompetensi kami, baik dari segi hard skills maupun soft skills. Kami tidak hanya memahami alur kerja pemerintahan secara lebih mendalam, tetapi juga mampu mengasah kemampuan komunikasi, kerja sama tim, dan pemecahan masalah. Pengalaman ini diharapkan dapat menjadi bekal yang kuat bagi kami dalam memasuki dunia kerja serta berkontribusi secara profesional di bidang akuntansi dan keuangan publik di masa mendatang.

Pengalaman Magang Mahasiswa S1 Akuntansi di Bank Syariah Indonesia

Kami mahasiswa dari Universitas Syiah Kuala yakni Nadia Br Solin (2301103010043), Alfira Zahra Amara (2301103010059), Zia Ul Haj (2301103010060), Zulfahmi (2301103010086), dan Aini Br Bangun (2301103010172) merupakan mahasiswa prodi  S1

Akuntansi Fakultas Ekonomi Bisnis yang berkesempatan mengikuti program MBKM di Bank Syariah Indonesia lebih  kurang selama 4 bulan terhitung mulai dari bulan Februari sampai bulan Juni 2026.

Sebagai mahasiswa, pengalaman magang di Bank Syariah Indonesia menjadi kesempatan berharga bagi kami untuk memahami lebih dalam tentang industri perbankan syariah. Selama masa magang, kami terlibat dalam berbagai tugas operasional yang menambah wawasan mengenai sistem perbankan berbasis syariah, meningkatkan keterampilan komunikasi dalam dunia kerja, serta memperdalam pemahaman mengenai bagaimana proses pelayanan nasabah pada industri perbankan berbasis syariah.

Selama magang di Bank Syariah Indonesia kami lebih sering ditempatkan pada bagian operasional,  tepatnya  kami  akan  menyambut  dan  membantu  nasabah  menginput  melalui gform untuk mengambil nomor antrian. Nomor antrian ini yang akan mengarahkan nasabah yang perlu transaksi ke teller, dan nasabah yang ingin membuka rekening baru ke costumer service.

Kami juga akan membantu nasabah ingin melakukan pengaduan terkait transaksi yang gagal baik di atm maupun di aplikasi Byond. Kami juga membantu nasabah mengisi formulir yang diperlukan untuk membuka rekening, mengganti pin atm, mengubah data, serta hal-hal

yang berkaitan dengan Byond. Selain dari melayani nasabah, kami juga sesekali membantu pada bagian marketing. Di bagian marketing kami biasanya membuat surat permohonan pemblokiran rekening nasabah, membuat surat referensi bank, membuat surat restrukrisasi, dan menginput data cicilan emas.

Selama menjalani kegiatan magang, kami menghadapi beberapa tantangan dalam proses adaptasi   dan   pelaksanaan   tugas.   Tantangan   tersebut   meliputi   penyesuaian   terhadap lingkungan kerja yang profesional yang menuntut ketelitian, kecepatan, dan tanggung jawab dalam melayani nasabah, serta pemahaman terhadap sistem dan prosedur operasional perbankan syariah yang cukup kompleks.

Selain itu, kami juga perlu meningkatkan kemampuan komunikasi dalam menghadapi berbagai karakter nasabah, termasuk dalam menangani keluhan atau kendala transaksi. Tidak hanya itu, kedisiplinan dalam mengikuti jam kerja serta kemampuan bekerja sama dalam tim juga menjadi hal yang perlu kami latih selama masa magang. Meskipun demikian, berbagai tantangan tersebut menjadi proses pembelajaran yang sangat berharga dalam membentuk kesiapan kami menghadapi dunia kerja secara nyata. Seluruh rangkaian kegiatan magang memberikan pengalaman yang sangat berarti dalam memperluas wawasan dan pemahaman kami mengenai praktik perbankan syariah secara langsung. Melalui keterlibatan dalam berbagai kegiatan operasional maupun kegiatan pendukung  lainnya,  kami  tidak  hanya  mampu  menghubungkan  teori  yang  diperoleh  di bangku perkuliahan dengan praktik di lapangan, tetapi juga memperoleh pengalaman nyata dalam  memberikan  pelayanan  kepada  nasabah  sesuai  dengan  standar  perbankan  yang berlaku. Selain itu, kegiatan magang ini turut berperan dalam mengembangkan keterampilan komunikasi, meningkatkan kemampuan bekerja sama dalam tim, serta membentuk sikap disiplin dan tanggung jawab dalam lingkungan kerja yang profesional. Dengan demikian, pengalaman magang ini menjadi bekal yang penting bagi kami dalam mempersiapkan diri untuk terjun ke dunia kerja, khususnya di bidang perbankan syariah.